Jejak Rasa dan Doa: Perjalanan Nurliah Menuju Kesuksesan Katering Bersama BAZNAS

AKURAT.CO Di tengah hiruk-pikuk Jakarta, di sebuah rumah sederhana di Matraman, seorang wanita paruh baya dengan penuh ketekunan terus mengaduk adonan kue di dapurnya.
Dialah Nurliah Dini, sosok inspiratif yang membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berkarya.
Pada usia 51 tahun, ia berhasil mengembangkan usaha katering rumahan yang kini semakin berkembang, berkat dukungan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD).
Awal Perjalanan
Nurliah tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan menjadi seorang pengusaha. Pada tahun 2018, ia memulai usahanya dengan modal seadanya.
Sebagai mantan pegawai toko, ia merasa perlu mencari jalan baru untuk membantu perekonomian keluarga.
Berbekal keahlian memasak yang diwarisi dari ibunya, ia mulai menerima pesanan kecil dari tetangga.
Dari dapur rumahnya, ia meracik berbagai menu, mulai dari nasi box, prasmanan, hingga aneka kue dan roti yang ia pasarkan secara online.
Baca Juga: DPR Bantah BBM Subsidi Dihapus: Presiden Tetap Ingin Lindungi Rakyat
Namun, perjalanan usahanya tidak selalu mulus. Meskipun rasa makanannya mendapat banyak pujian, keterbatasan modal menjadi kendala utama yang menghambat pertumbuhan bisnisnya. Keadaan ini sempat membuatnya pesimis.
Hingga suatu hari, ia mengenal program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) melalui sebuah acara di kecamatannya. Saat itulah harapan baru mulai tumbuh dalam dirinya.
BAZNAS Microfinance: Jalan Menuju Kemandirian
Program BMD hadir sebagai angin segar bagi banyak pelaku usaha mikro seperti Nurliah.
Tidak hanya menyediakan bantuan modal, program ini juga memberikan pendampingan dan edukasi agar usaha kecil bisa berkembang secara berkelanjutan.
"Awalnya saya diberikan modal Rp2 juta. Alhamdulillah, selama setahun saya cicil dan lancar, dagangan saya juga semakin banyak pesanan. Lama-lama pinjamannya bisa naik sampai Rp3 juta," ujar Nurliah kepada Akurat.co, Sabtu (22/2/2025).
Sejak mendapatkan bantuan dari BMD, usaha kateringnya mengalami perkembangan pesat.
Dari yang awalnya hanya melayani pesanan kecil, kini ia mampu mengakomodasi permintaan ratusan nasi box dan kue dalam waktu singkat.
Pendapatannya pun melonjak drastis, dari Rp2-3 juta per bulan menjadi Rp8-10 juta.
Berkah yang Mengalir
Kesuksesan Nurliah bukan hanya membawa kebahagiaan bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi lingkungan sekitarnya.
Ia kini bisa mempekerjakan beberapa tetangga saat ada pesanan besar, membantu mereka mendapatkan penghasilan tambahan.
Tak hanya itu, usaha kateringnya kini menjadi langganan berbagai kantor di sekitar tempat tinggalnya.
Baca Juga: Lupakan Kekalahan Atas Australia, Timnas Basket Indonesia Diharapkan Bisa Imbangi Korea Selatan
Bahkan, ia dipercaya sebagai salah satu produsen kue untuk BAZNAS RI dalam berbagai acara rapat dan pertemuan.
"Alhamdulillah, saya sudah menjadi produsen kue pesanan BAZNAS RI jika ada rapat dan acara. Saya siap diminta untuk pesanan jam berapa pun," katanya dengan penuh syukur.
Terus Berkembang
Kesuksesan ini tidak lepas dari pendampingan yang diberikan oleh BAZNAS RI.
Nurliah tidak hanya mendapatkan modal usaha, tetapi juga pelatihan dan edukasi untuk mengelola bisnisnya dengan lebih baik.
Ia aktif mengikuti komunitas F&B dan terus mengasah keterampilannya di dunia kuliner.
"BAZNAS RI tidak hanya memberikan modal, saya juga diberikan edukasi dan pendampingan agar usaha saya berjalan lancar dan berkah," tuturnya.
Program BMD sendiri merupakan salah satu program unggulan BAZNAS yang telah membantu ribuan pelaku usaha mikro di Indonesia.
Dengan konsep pembiayaan tanpa bunga (qardhul hasan), BMD memberikan akses permodalan yang lebih inklusif bagi para mustahik agar mereka bisa lebih mandiri secara ekonomi.
"BMD mengusung konsep pembiayaan tanpa bunga. Tentunya ini sangat membantu para mustahik untuk mengembangkan usahanya tanpa terbebani cicilan yang berat," ujar salah satu Pimpinan BAZNAS RI, Nur Chamdani.
Melalui program ini, BAZNAS terus berupaya membuka peluang lebih besar bagi para pelaku usaha mikro agar mereka bisa bangkit dan berkembang.
Baca Juga: 20 Ucapan Doa Menyambut Bulan Suci Ramadhan, Berisi Doa untuk Kebaikan Keluarga
Dengan tekad yang kuat dan dukungan yang tepat, Nurliah berhasil mengubah usahanya dari bisnis kecil menjadi sumber penghidupan yang lebih besar dan penuh berkah.
Kisahnya menjadi bukti bahwa siapa pun, di usia berapa pun, bisa mencapai kesuksesan jika memiliki semangat dan kerja keras.
"Saya ingin usaha ini terus berkembang. Saya ingin lebih banyak membantu orang lain, seperti saya dulu juga dibantu. Semoga semakin banyak yang bisa merasakan manfaatnya," harapnya.
Kisah Nurliah adalah cerminan bahwa keberkahan bisa hadir di setiap sajian, asalkan diiringi dengan niat yang baik, kerja keras, dan doa yang tulus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






