Akurat

Jelang Nataru Harga Tiket Pesawat Turun 10%, ASTINDO: Kurang Ideal

Ratu Tiara | 3 Desember 2024, 17:01 WIB
Jelang Nataru Harga Tiket Pesawat Turun 10%, ASTINDO: Kurang Ideal

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo memutuskan untuk menurunkan harga tiket pesawat domestik sebesar 10% pada periode Natal dan Tahun Baru 2024/2025. Namun, meskipun kebijakan ini dianggap positif, sejumlah pihak berpendapat bahwa pengumuman ini datang pada waktu yang kurang tepat, yaitu saat sudah memasuki peak season perjalanan udara.

Baca Juga: Hore, Pemerintah Turunkan Harga Tiket Pesawat hingga 10 Persen Saat Nataru

Budijanto Ardiansjah, Sekretaris Jenderal DPP ASITA, mengapresiasi langkah pemerintah untuk menurunkan harga tiket pesawat, namun dia menganggap waktunya agak terlambat. Menurutnya, promosi tiket pada periode peak season umumnya sudah dibeli dua hingga tiga bulan sebelumnya.

“Kalau pemerintah baru menurunkan harga sekarang, kebijakan ini mungkin berjalan, tapi praktikalitasnya sudah terbatas. Aksesibilitasnya sudah tidak ada, jadi tetap percuma,” ujar Budijanto, pada sebuah ruang dialog di televisi swasta, dikutip pada Sabtu (30/11/2024).

Meskipun begitu, dia tetap memberikan apresiasi terhadap kebijakan tersebut dan berharap harga tiket yang turun dapat memberi manfaat yang signifikan.

Budijanto menambahkan bahwa idealnya penurunan harga tiket pesawat diumumkan lebih awal, sekitar dua hingga tiga bulan sebelum peak season.

"Penurunan harga tiket pada saat peak season memang tidak lazim karena tiket sudah banyak terjual. Biasanya, pemerintah justru menetapkan batas atas harga tiket untuk menjaga kestabilan. Kami berharap kebijakan ini dapat diimplementasikan lebih lanjut, tidak hanya sampai Januari, tetapi juga untuk tahun depan," ujarnya.

Sementara itu, Sjachrul Firdaus, Direktur Eksekutif ASTINDO, menyatakan bahwa penurunan harga tiket pesawat ini adalah prestasi yang patut dihargai, mengingat selama pemerintahan sebelumnya, permintaan penurunan harga tiket tidak direspons.

“Ini gebrakan baru, meskipun memang agak terlambat karena dilakukan saat peak season, di mana hukum ekonomi harga cenderung meningkat,” kata Sjachrul.

Sjachrul menjelaskan bahwa pada saat peak season, sebagian besar tiket sudah terjual jauh-jauh hari, bahkan pada bulan September, ASTINDO sudah menggelar travel fair untuk menjual tiket perjalanan pada Desember.

“Saat ini, pesawat sudah 80-90% penuh, dan mungkin hanya 10% kursi yang tersisa yang dapat menikmati penurunan harga tiket ini,” lanjutnya.

Meskipun demikian, Sjachrul menganggap bahwa penurunan harga ini tetap memberikan hiburan tambahan bagi calon penumpang yang ingin membeli tiket sisa yang belum terisi. Dia juga menekankan pentingnya adanya political will dari pemerintah untuk mempertimbangkan faktor-faktor lain yang menyebabkan tingginya harga tiket pesawat di Indonesia.

Salah satu penyebabnya adalah tingginya biaya operasional maskapai, terutama harga bahan bakar dan biaya lainnya yang mendongkrak harga tiket pesawat.

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Turun Saat Nataru, Pariwisata Domestik Diprediksi Bergairah

Dengan kebijakan ini, maka diharapkan sektor perjalanan udara Indonesia akan mengalami perubahan yang lebih positif, dengan harga tiket yang lebih terjangkau bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi periode liburan yang sibuk.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Tim Redaksi
R