Koperasi Merah Putih: Babak Baru Ekonomi Kerakyatan Indonesia

AKURAT.CO Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap peluncuran program 80.081 Koperasi Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto.
Program tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk membangun fondasi ekonomi yang berkeadilan dan berdaulat, dimulai dari desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.
"Ini bukan sekadar program ekonomi. Ini adalah tonggak sejarah baru dalam membangun kemandirian ekonomi rakyat dari bawah ke atas," ujar Ketua DPP Partai Gelora, Zuhrif Hudaya, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (25/7/2025).
Menurutnya, inisiatif Presiden Prabowo sejalan dengan visi Partai Gelora dalam mendorong redistribusi ekonomi yang merata hingga ke pelosok.
Koperasi dinilai sebagai instrumen strategis untuk memperkuat gotong royong dan meningkatkan kesejahteraan kolektif.
"Partai Gelora siap mendayung bersama. Kami akan menjadi bagian aktif dalam percepatan pembentukan dan penguatan Koperasi Merah Putih, baik melalui kader di tingkat desa maupun melalui infrastruktur organisasi yang telah kami bangun," tegas Zuhrif.
Meski mendukung penuh, Partai Gelora juga memberikan sejumlah catatan konstruktif agar program koperasi ini berjalan optimal:
Baca Juga: Rexco Ramaikan GIIAS 2025 dengan Promo 'Beli Rexco, Ambil Tekiro Sepuasnya'
-
Penguatan Tata Kelola dan Kelembagaan
Koperasi tidak boleh hanya formalitas administratif. Diperlukan sistem kelembagaan yang profesional, transparan, dan akuntabel. Pengurusnya harus diseleksi terbuka dan diberi pelatihan intensif.
-
Akses Permodalan dan Rantai Pasok
Koperasi harus memiliki akses nyata terhadap pembiayaan murah seperti dari LPDB atau bank Himbara, serta terhubung dalam rantai pasok lokal dan nasional.
"Jangan dibiarkan berjalan sendiri tanpa dukungan ekosistem bisnis," kata Zuhrif.
-
Pendampingan dan Digitalisasi
Program pendampingan harus berkelanjutan. Tata kelola koperasi perlu didukung sistem digital untuk pencatatan transaksi dan laporan keuangan agar akuntabilitas dan kepercayaan anggota tetap terjaga.
-
Fungsi Sosial dan Pemerataan Ekonomi
Koperasi harus jadi alat distribusi keadilan, bukan kendaraan elite lokal. Prinsip satu orang satu suara wajib ditegakkan, dan koperasi diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang terjangkau.
Zuhrif menegaskan, koperasi harus menjadi simbol dari ekonomi gotong royong, bukan hanya lembaga ekonomi biasa.
Baca Juga: Datangi Kantor Notaris, Kimberly Ryder dan Edward Akbar Buat Perjanjian Gono Gini
"Dengan tata kelola yang tepat, Koperasi Merah Putih bisa menjadi motor penggerak keadilan ekonomi di seluruh Indonesia," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla









