Zulhas Optimistis Indonesia Tak Perlu Impor Beras hingga 2026

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia menyampaikan keyakinan kuat terhadap ketahanan pangan nasional, khususnya dalam hal ketersediaan beras.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa Indonesia tidak perlu melakukan impor beras setidaknya hingga tahun 2026. Pernyataan ini dilontarkan dalam acara peluncuran Gerakan Indonesia Menanam di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Optimisme tersebut muncul setelah melihat stok beras nasional yang saat ini melimpah. Hingga akhir April 2025, stok beras tercatat di atas 3 juta ton.
Menurut Zulkifli, angka tersebut sudah mencukupi kebutuhan dalam negeri dan menjadi indikator kuat bahwa impor beras tidak lagi mendesak jika kondisi produksi tetap stabil.
Baca Juga: Zulhas Umumkan Struktur PAN, 6 Kader Ditunjuk Jadi Ketua Pemenangan Pemilu 2029
"Ini baru April, sampai akhir bulan stok beras kita sudah di atas 3 juta ton. Artinya, jika kondisi cuaca dan produksi tetap normal, kita tidak perlu impor sampai 2026," ujar Zulhas dalam keterangan di Jakarta, Rabu (23/4/2025).
Ketersediaan stok ini disebut tidak lepas dari keberhasilan pelaksanaan Gerakan Indonesia Menanam, sebuah inisiatif nasional yang bertujuan untuk memperkuat produksi pangan dalam negeri. Program ini diklaim telah meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat serta pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Zulkifli juga menyoroti pentingnya perbaikan sistem irigasi sebagai faktor pendukung dalam menjaga keberlangsungan produksi padi. Menurutnya, sinergi antara gerakan menanam dan perbaikan infrastruktur pertanian menjadi kunci utama menuju swasembada beras yang berkelanjutan.
Tak hanya itu, kondisi iklim yang diprediksi tetap kondusif juga menambah optimisme pemerintah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan tidak akan terjadi musim kemarau panjang tahun ini. Hal ini memberikan harapan bahwa produksi padi akan tetap tinggi dan mendukung ketersediaan pangan nasional.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang turut hadir dalam peluncuran program menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan penanaman padi di lahan seluas 1,3 juta hektare selama April 2025.
"Dari target tersebut, diharapkan akan dihasilkan produksi gabah sekitar 7,5 juta ton, yang dikonversi menjadi sekitar 3,5 hingga 4 juta ton beras, ujar Amran.
Amran juga menyampaikan bahwa Sumatera Selatan menjadi salah satu wilayah strategis dalam pencapaian target nasional.
Baca Juga: Niat Usung Cawapres di 2029, Zulhas Pantau Kinerja Menhub Dudy hingga Mendag Budi
"Tahun lalu, provinsi Sumatera Selatan mencatat produksi padi sebesar 2,9 juta ton. Tahun ini, pemerintah menargetkan peningkatan hingga 3,7 juta ton," tambahnya.
Dalam pernyataannya, Amran juga menegaskan bahwa stok beras saat ini merupakan yang tertinggi dalam dua dekade terakhir.
"Stok kita hari ini mencapai 3 juta ton, ini rekor tertinggi selama lebih dari 20 tahun terakhir," ujarnya.
Dengan tren produksi yang positif dan dukungan berbagai kebijakan serta program nasional, pemerintah menargetkan ketahanan pangan yang lebih kuat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 7Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9Demokrat Usulkan Dapil Nasional di RUU Pemilu
- 10Prabowo Pantau Penanganan Karhutla, Sebanyak 209,78 Hektare Masih Proses Pemadaman









