Mengenal Hartono Kweefanus dan Keluarga, Sultan Pemilik Biskuit Kaleng Khong Guan

AKURAT.CO, Siapa yang tidak kenal biskuit Khong Guan? Biskuit yang menjadi ciri khas pada saat lebaran ini tidak pernah lepas dari budaya di Indonesia. Kalengnya yang cukup legendaris menjadikan merek ini sangat dikenal dikalangan keluarga di Indonesia.
Ialah Hartono Kweefanus dan keluarga, yang merupakan salah satu taipan dan pemilik perusahaan mi instan dan biskuit terbesar di Indonesia dan Filipina, yaitu Monde Nissin.
Namun siapa sangka, ternyata pemilik biskuit Khong Guan saat ini menduduki peringkat miliarder asal Indonesia dan Filipina versi Forbes. Dengan kekayaan yang mencapai USD1.95 miliar atau setara dengan Rp 28,187 triliun.
Selain ia menjadi petinggi di perusahaan miliknya, ia juga memiliki peranan mengontrol dan memiliki pengaruh yang cukup besar di perusahaan cabang milik Monde Nissin, diantaranya adalah Monde Land, Inc., Monde Rizal Properties, Inc., Monde Nissin Singapore Pte. Ltd., Monde Nissin UK Ltd., Monde Nissin International Investments Ltd., Monde Nissin Holdings (Thailand) Ltd., Monde Nissin New Zealand Limited, All Fit & Popular Foods Inc.
Sedangkan sang adik, Hoediono Kweefanus juga menjadi presiden dan direktur di beberapa perusahaan grup yakni PT Nissin Biscuit dan PT Monde Makkota, lalu direktur Monde Nissin Singapore Pte. Ltd., Monde Nissin International Investments Ltd., Monde Nissin Holdings (Thailand) Ltd., Monde Nissin New Zealand Limited, KBT International Holdings, Inc., Monexco International Ltd., dan Monde Nissin (Thailand) Co. Ltd.
Pada awalnya, Monde Nissin didirikan oleh pengusaha Indonesia Hidajat Darmono atau juga dikenal sebagai Kwee Boen Twie pada tahun 1979. Perusahaan ini awalnya berfokus pada industri pengolahan makanan dan minuman ringan, dengan produk pertamanya Nissin Butter Coconut Biscuits dan Nissin Wafer yang mana produk tersebut menjadi legendaris dan dikenal sebagai wafer biskuit kaleng sampai saat ini.
Pencapaiannya dalam melakukan penetrasi pasar biskuit dan makanan ringan di Indonesia cukup signifikan dan terus mencatat keuntungan. Hal tersebut ditambah usai keluarga biliuner ini melakukan pencatatan IPO di Filipina pada tahun 2021 lalu, dengan nilai valuasi sebesar US$1 miliar dan berhasil menambah kekayaan keluarganya menjadi USD 3,6 miliar menurut Bloomberg Billionaires Index.
Sampai sekarang, Hartono dan Hoediono sama-sama berperan sebagai orang yang sangat penting di perusahaannya, dengan Hartono menjabat sebagai ketua dewan direksi sekaligus direktur di Monde Nissin Corp. Sedangkan Hoediono menjadi wakil ketua dewan direksi sekaligus direktur perusahaan. Istri Hoediono, Betty Ang yang merupakan warga negara asal Filipina juga tercatat sebagai direktur sekaligus presiden perusahaan.
Pangsa pasar yang telah diambil oleh keluarga ini setidaknya telah merambah lebih ke 30 negara, dan menjadikan Filipina dan Thailand sebagai pasar terbesar utama. Perusahaan juga mulai meningkatkan ekspornya ke Amerika Utara, Eropa, Timur Tengah, termasuk Jepang dan Vietnam berdasarkan yang dikutip dari CNN International.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar




