Akurat

Rano Karno Ungkap Rencana Bentuk LPDP Jakarta, Siapkan Beasiswa S2–S3 untuk Warga Ibu Kota

Herry Supriyatna | 26 November 2025, 23:26 WIB
Rano Karno Ungkap Rencana Bentuk LPDP Jakarta, Siapkan Beasiswa S2–S3 untuk Warga Ibu Kota

AKURAT.CO Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, membuka harapan baru bagi putra-putri ibu kota dengan menyampaikan bahwa sekitar 100 penerima Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) nasional tahun ini berasal dari Jakarta.

Rano menegaskan, peluang melanjutkan pendidikan tinggi bagi warga Jakarta harus semakin diperluas.

Karena itu, Pemprov Jakarta sedang menyiapkan program beasiswa pascasarjana—setara LPDP—yang akan dikelola di tingkat daerah.

Program tersebut menjadi kelanjutan dari Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) yang selama ini hanya mencakup jenjang S1.

“LPDP Jakarta akan memastikan warga kita tidak berhenti di sarjana saja. Mereka bisa lanjut S2, S3, kalau memungkinkan bahkan ke luar negeri,” kata Rano dalam pembekalan penerima beasiswa, Rabu (26/11/2025).

Ia menjelaskan, ruang gerak program beasiswa ini akan menyesuaikan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Kalau LPDP pusat pakai APBN, ya bedanya di situ,” ujarnya.

Rano juga menyoroti kebutuhan mendesak akan tenaga kesehatan, terutama dokter spesialis, seiring rencana pembangunan rumah sakit internasional di Jakarta.

Baca Juga: Pelajaran Bahasa Portugis di Sekolah Tergantung Kesiapan Guru dan Sarananya

Ia menilai, warga Jakarta tidak boleh hanya menjadi penonton saat kota ini berkembang sebagai pusat layanan kesehatan kelas dunia.

“Kita harus memberikan beasiswa untuk kuliah kedokteran. Biaya kedokteran jelas berbeda dengan jurusan umum, tetapi kita butuh. Mereka bahkan bisa ambil spesialis di luar negeri,” katanya.

Rano memastikan, beasiswa LPDP Jakarta nantinya akan diberikan khusus bagi warga yang memiliki KTP DKI Jakarta.

“Tentu namanya LPDP Jakarta, tentu untuk masyarakat ber-KTP DKI,” ujarnya.

Sebelumnya, Rano memberikan pembekalan kepada 190 penerima Beasiswa LPDP jenjang magister dan doktor di Hotel Discovery Ancol, Jakarta Utara, Rabu (26/11/2025).
 
Di ruangan itu, suasana haru terasa sejak awal Rano menyalami satu per satu awardee, seolah memastikan mereka mengingat tanah air yang kini mereka tinggalkan untuk menuntut ilmu.
 
"Kembali ya, jangan lupa," ucap Rano.
 
Pesan sederhana itu menghentak kesadaran banyak penerima beasiswa ke luar negeri. Keberangkatan mereka bukan sekadar prestasi pribadi, tetapi amanah bagi bangsa.
 
Rano menegaskan, keberangkatan ratusan awardee ini menjadi kebanggaan Jakarta dan Indonesia.
 
Dia menyebut LPDP hanya meloloskan putra-putri terbaik lewat proses penilaian yang sangat ketat, sehingga keberhasilan mereka bukanlah hadiah, melainkan hasil kerja keras yang panjang.
 
"Hari ini hampir 190 mahasiswa akan kuliah di luar negeri. Walaupun memang isinya bukan semua anak Jakarta. Ini adalah putra-putra terbaik Indonesia yang melalui seleksi yang sangat ketat," ujarnya.
 
Para penerima beasiswa itu akan melanjutkan studi ke berbagai negara, mulai dari Belanda, Prancis, New Zealand, Australia, hingga sejumlah negara lainnya. Titik-titik baru di peta dunia, namun tetap terhubung pada panggilan pulang ke tanah air.
 
Rano juga menyinggung upaya besar pemerintah dalam menyiapkan generasi emas 2045.
 
Dia menilai pendidikan tinggi di luar negeri merupakan investasi berharga untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia pada masa depan. 
 
Saat ini, lebih dari 15.000 mahasiswa Indonesia sedang menempuh pendidikan doktoral di berbagai negara. "Saya yakin Indonesia punya masa depan yang jauh lebih baik," tuturnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.