Akurat

Marak Kecelakaan, DPRD Desak PT TransJakarta Perketat Uji Pramudi per Enam Bulan

Siti Nur Azzura | 6 Oktober 2025, 20:48 WIB
Marak Kecelakaan, DPRD Desak PT TransJakarta Perketat Uji Pramudi per Enam Bulan

AKURAT.CO Usulan evaluasi berkala terhadap pramudi Bus TransJakarta setiap enam bulan sekali, dinilai penting untuk membangun kultur keselamatan yang berkelanjutan di tubuh perusahaan. 

Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli, menekankan PT TransJakarta perlu memperbaharui materi pelatihan dan sertifikasi bagi seluruh pramudi. Selain itu, komunikasi internal juga harus dilakukan secara intensif agar setiap pengemudi memahami standar keselamatan dan pelayanan publik.

"Banyak yang kita jadikan evaluasi kemarin, salah satunya kita usulkan evaluasi setiap enam bulan," kata Taufik kepada wartawan, Senin (6/10/2025). 

Baca Juga: Hore! Tarif Transjakarta, LRT, hingga MRT Cuma Rp80 di HUT ke-80 TNI

Dorongan evaluasi ini muncul setelah terjadi tiga kecelakaan bus TransJakarta selama September 2025. Menurutnya, insiden beruntun itu menjadi sinyal kuat perlunya pembenahan menyeluruh terhadap sistem pelatihan dan pengawasan di lapangan.

Dia juga meminta agar kolaborasi antara PT TransJakarta dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dijalankan secara maksimal, termasuk dalam proses audit dan evaluasi standar operasional pelayanan.

"Nah, ini perlu dibenahi karena keselamatan adalah prioritas utama," tegasnya.

Baca Juga: Marak Kecelakaan, DPRD Jakarta Desak TransJakarta Audit Pengemudi

Selain itu, dia mengingatkan pentingnya antisipasi terhadap perubahan rute akibat pembangunan infrastruktur di sejumlah titik, seperti proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta. Menurutnya, perubahan jalur sering kali membuat pramudi belum sepenuhnya siap melewati rute baru.

"Karena salah satu modifikasi rute menyebabkan pramudi belum siap lewat rute itu," ucapnya.

Dia menegaskan, pelatihan yang diberikan kepada pramudi harus dilakukan secara serius dan terukur sebelum mereka ditugaskan di rute-rute tertentu. "Kesiapan pengemudi adalah benteng pertama dalam keselamatan transportasi publik," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.