Pengguna KRL Protes Pembukaan Pagar Stasiun Cikini Tak Kunjung Terwujud

AKURAT.CO Sejumlah pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line protes terkait pembukaan pagar akses masuk di Stasiun Cikini, Jakarta Pusat, yang hingga Minggu (14/9/2025) belum terealisasi.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta sebelumnya menjanjikan pagar dibuka pada pagi hari, pantauan di lokasi menunjukkan petugas masih melakukan pekerjaan. Kondisi tersebut membuat penumpang yang hendak keluar atau masuk stasiun harus memutar lebih jauh.
"Katanya dibuka hari ini, tapi nyatanya masih ditutup. Jadi ya tetap harus jalan muter," Keluh Nurul (21) salah satu pengguna KRL di Stasiun Cikini, Minggu (14/9/2025).
Baca Juga: Jadwal KRL Solo-Jogja 29, 30, dan 31 Agustus 2025: Cek Rutenya di Sini
Senada dengan Nurul, Bagas (32) pengguna KRL Commuter Line lainnya juga mengeluhkan soal akses masuk-keluar Stasiun Cikini yang tak kunjung dibuka.
"Iya kan katanya mau ada pintu keluar masuk buat nyebrang. Terus janjinya hari ini udah bisa dilewatin, tapi kenyataannya belum nih," jawabnya.
Sebelumnya, Kepala Biro Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda Provinsi Jakarta, Iwan Kurniawan, memastikan pagar akan resmi dibuka pada Minggu dan beroperasi penuh pada Senin (15/9/2025).
Uji coba pelican crossing serta akses masuk stasiun akan menyesuaikan jadwal operasional commuter line, yakni pukul 05.00-24.00 WIB.
Baca Juga: Mudah! Ini Cara Cek Info Gangguan dan Jadwal Penutupan KRL Secara Real-Time
"Kami di Pemprov DKI Jakarta berupaya memberikan solusi atas aduan masyarakat terkait pagar di Stasiun Cikini. Selain menyiapkan pelican crossing lengkap dengan lampu lalu lintas pengamannya, kami juga akan mengerahkan petugas Dinas Perhubungan dan Satpol PP, untuk memastikan mobilitas masyarakat dapat berjalan dengan lancar dan aman," kata Iwan dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/9/2025).
Pemprov Jakarta juga menegaskan telah menyiapkan fasilitas pelican crossing dengan lampu lalu lintas pengaman, serta menurunkan petugas Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk mengatur mobilitas pejalan kaki di sekitar kawasan stasiun.
Namun, perbedaan antara keterangan resmi dan kenyataan di lapangan memicu kekecewaan pengguna KRL. Mereka mendesak agar fasilitas segera difungsikan agar akses ke stasiun lebih mudah dan aman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan
- 10Indonesia dan Mesir Tegaskan Solusi Dua Negara Kunci Perdamaian Palestina








