Akurat

Ribuan Personel Gabungan Siap Amankan Demo Buruh 28 Agustus

Ahada Ramadhana | 27 Agustus 2025, 20:55 WIB
Ribuan Personel Gabungan Siap Amankan Demo Buruh 28 Agustus

AKURAT.CO Sebanyak 4.531 personel gabungan diturunkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa kelompok buruh, yang rencananya digelar di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (28/8/2025).

Ribuan personel itu terdiri atas 2.174 personel dari Polda Metro Jaya, 1.725 personel Bawah Kendali Operasi (BKO) yang melibatkan unsur TNI AD, Marinir, Brimob Mabes, Den C, Kodim Jakarta, Kogas Sabhara, Satpol PP, dan Dishub, serta 632 personel Polres jajaran.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, mengatakan pihaknya juga telah menyiapkan langkah-langkah rekayasa lalu lintas untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan meskipun ada aksi demonstrasi.

Baca Juga: Demo Buruh 28 Agustus Diharapkan Tertib dan Tak Anarkis

"Rekayasa arus lalu lintas sifatnya situasional. Jika massa yang hadir cukup banyak dan menggunakan ruas jalan depan DPR, maka arus lalu lintas akan dialihkan. Namun bila masih memungkinkan berbagi jalan dengan masyarakat lain, maka tidak dilakukan pengalihan," jelasnyanya dalam keterangannya, Rabu (27/8/2025).

Menurutnya, antisipasi juga disiapkan apabila ada massa yang masuk ke ruas Tol Dalam Kota. Polisi akan segera mengalihkan arus kendaraan agar pengguna jalan tidak terjebak di tengah kerumunan.

"Jika terjadi kepadatan atau gangguan di tol, kami akan mengeluarkan kendaraan di exit tol depan Polda, di exit Tegal Parang, serta dari arah barat di exit Slipi. Hal ini untuk menjaga keselamatan pengguna jalan," kata dia.

Ade Ary mengimbau kepada para pengunjuk rasa, agar menyampaikan pendapat dengan tertib, damai, dan tidak mengganggu ketertiban umum. Dia juga mengingatkan massa aksi, agar tidak memaksakan diri masuk ke ruas tol karena dapat membahayakan keselamatan.

"Kami mohon kepada para buruh untuk menjaga ketertiban, menyampaikan aspirasi dengan damai, sesuai aturan. Jangan sampai ada tindakan anarkis yang justru merugikan," tegasnya.

Baca Juga: Besok, 10.000 Buruh Akan Unjuk Rasa di DPR hingga Istana Negara

Di sisi lain, Ade Ary juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas potensi ketidaknyamanan akibat rekayasa lalu lintas yang mungkin diberlakukan.

Polisi mengimbau masyarakat yang tidak berkepentingan di sekitar kawasan DPR, untuk mencari rute alternatif dan selalu mengikuti informasi terkini arus lalu lintas melalui akun resmi media sosial TMC Polda Metro Jaya. 

"Kami memohon maaf jika nanti ada pengalihan arus lalu lintas yang menimbulkan ketidaknyamanan. Langkah ini semata-mata untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan kelancaran bersama," tuturnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.