Akurat

IPC TPK Genjot Trafik Petikemas Lewat Transformasi Digital dan Rute Baru

Arief Rachman | 20 Agustus 2025, 12:35 WIB
IPC TPK Genjot Trafik Petikemas Lewat Transformasi Digital dan Rute Baru

AKURAT.CO IPC Terminal Petikemas (IPC TPK), anak usaha subholding Pelindo Terminal Petikemas, terus memperkuat kinerja melalui transformasi digital.

Salah satunya dengan menerapkan Terminal Booking System (TBS) untuk mengatur jadwal kedatangan truk di Pelabuhan Tanjung Priok.

Sistem ini diyakini dapat mengurangi penumpukan, meningkatkan efisiensi operasional, menekan waktu tunggu truk, sekaligus menurunkan konsumsi bahan bakar dan polusi.

“Selain TBS, IPC TPK juga mengembangkan inovasi digital melalui TOS Nusantara yang mengintegrasikan data pergerakan petikemas di seluruh terminal Pelindo. Transformasi digital ini bertujuan agar layanan semakin cepat, transparan, dan mudah diakses pengguna jasa,” ujar Direktur Utama IPC TPK, Guna Mulyana, dalam paparan media di Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Sepanjang tahun ini, IPC TPK mengeksekusi sejumlah inisiatif strategis, di antaranya penerapan Join Gate, pembangunan Container Scanner, standarisasi operasi (Planning & Control), implementasi TOS Nusantara, peningkatan kompetensi SDM, serta optimalisasi aset.

Langkah ini ditujukan untuk mencapai target trafik 3,5 juta TEUs dan pendapatan Rp2,9 triliun pada 2025.

IPC TPK juga berkomitmen menjaga Yard Occupancy Ratio (YOR) di bawah 65 persen sesuai kebijakan otoritas pelabuhan, guna mencegah penumpukan truk yang bisa menghambat arus barang.

Baca Juga: Anggaran MBG Capai Rp335 Triliun, Maman: UMKM Paling Diuntungkan

“Kami akan terus fokus meningkatkan layanan, membuka rute baru, dan memperluas digitalisasi agar pelabuhan semakin efisien,” tegas Guna.

Pada Januari–Juli 2025, IPC TPK mencatat arus petikemas sebesar 2.009.185 TEUs, tumbuh 15% dibanding periode sama tahun lalu (1.749.093 TEUs).

Kenaikan terjadi di hampir semua area terminal, di antaranya:

  • Tanjung Priok naik 15,8 persen.
  • Panjang naik 31,1 persen.

  • Palembang naik 4 persen.

  • Teluk Bayur naik 17,9 persen.

  • Pontianak naik 6,8 persen.

Pada Juli 2025, pertumbuhan juga ditopang peningkatan beberapa komoditas, seperti ekspor kopi dari Lampung yang melonjak 311 persen, impor animal food supplement naik 405 persen, ekspor karet dari Sumsel naik 122 persen, serta volume petikemas domestik dari/ke Pontianak yang tumbuh 24 persen dibanding bulan sebelumnya.

Selain digitalisasi, IPC TPK juga memperkuat konektivitas dengan membuka 23 rute baru domestik maupun internasional dalam tiga tahun terakhir. Rute tersebut mencakup China, Rusia, Oman, hingga Papua Nugini.

Tahun ini, rute tambahan kembali dibuka bersama Marsa Ocean Shipping, Meratus Line, Indo Container Line, dan MSC Line.

“Konektivitas dan percepatan port stay adalah kunci memangkas biaya logistik, baik untuk perdagangan domestik maupun ekspor,” kata Guna.

Baca Juga: Hadapi Persaingan Global, Analis Usulkan AS Buat Laporan Tahunan tentang 'Kekuatan Teknologi China'

Sejalan dengan agenda keberlanjutan, IPC TPK mengimplementasikan elektrifikasi peralatan bongkar muat, memperluas area hijau di terminal, serta mengoptimalkan digitalisasi untuk menekan emisi dan menstandarkan fungsi Planning & Control di seluruh area kerja.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.