Akurat

Jakarta Macet Parah Hari Ini: Berikut 4 Penyebabnya

Naufal Lanten | 19 Agustus 2025, 16:02 WIB
Jakarta Macet Parah Hari Ini: Berikut 4 Penyebabnya

AKURAT.CO Jakarta kembali dilanda kemacetan parah pada Selasa pagi, 19 Agustus 2025. Sejumlah ruas jalan di ibu kota, mulai dari Jakarta Barat, Timur, Selatan hingga Pusat, mengalami kepadatan kendaraan sejak subuh. Kondisi lalu lintas semakin tidak bergerak ketika hujan deras mengguyur sejak pagi, ditambah dengan aktivitas warga yang kembali beraktivitas setelah libur panjang Hari Ulang Tahun ke-80 Indonesia.

Fenomena macet saat hujan bukan hal baru bagi warga Jakarta. Namun kali ini, antrean kendaraan terlihat lebih panjang dan menyebar di berbagai titik strategis.


Faktor Penyebab Kemacetan Jakarta Hari Ini

Ada beberapa faktor utama yang membuat lalu lintas Jakarta semakin padat pada Selasa pagi:

1. Hujan Deras Sejak Pagi

Hujan yang mengguyur sejak subuh membuat arus kendaraan tersendat. Kecepatan kendaraan berkurang secara signifikan, terutama di persimpangan besar seperti kawasan Sudirman, Simpang Semanggi menuju RS Siloam dan Bendungan Hilir, hingga ruas Jalan RC Veteran Raya dan Petukangan.

2. Proyek Galian di Sejumlah Titik

Beberapa ruas jalan masih terdampak proyek galian. Akibatnya, ruang gerak kendaraan semakin terbatas, terutama di kawasan TB Simatupang yang menjadi salah satu jalur vital arus masuk dari selatan Jakarta.

3. Volume Kendaraan Tinggi Pasca Libur Panjang

Hari ini menjadi hari pertama masuk kerja setelah libur panjang. Warga yang baru kembali ke Jakarta membuat volume kendaraan meningkat drastis, sehingga jalan-jalan utama tak mampu menampung arus lalu lintas yang padat.

4. Pengendara Motor Berteduh Sembarangan

Kebiasaan pengendara motor berteduh di bawah flyover, underpass, hingga jembatan penyeberangan orang saat hujan turut memperparah situasi. Ruas jalan yang seharusnya bisa digunakan kendaraan berkurang, menyebabkan lajur menyempit dan antrean semakin panjang.

Padahal, ada tempat yang lebih aman untuk berhenti seperti SPBU, minimarket, atau area parkir resmi. Berhenti di pinggir jalan atau di bawah flyover tidak hanya berbahaya, tetapi juga bisa menimbulkan sanksi hukum. Berdasarkan Undang-undang No. 22 Tahun 2009, pelanggaran lalu lintas bisa dikenakan denda hingga Rp500.000 atau kurungan maksimal dua bulan.


Dampak Kemacetan: TransJakarta Ikut Terhambat

Bukan hanya kendaraan pribadi yang terjebak macet, transportasi umum seperti TransJakarta juga terdampak. Melalui akun X resminya, TransJakarta mengunggah foto antrean bus di kawasan Cawang yang nyaris tidak bergerak.

“Koridor 7, 9, 10, Rute 5C, 7C, 7D, 7P, 7W, 9A, 9C, B41, D11, dan JAK75 mengalami keterlambatan kedatangan dikarenakan kepadatan lalu lintas di sekitar Cawang Sentral arah Tanjung Priok,” tulis TransJakarta dalam unggahan X pada Selasa siang.

Selain di jalan arteri, kemacetan juga terlihat di Tol Dalam Kota. Dari arah Cawang menuju Pancoran, antrean kendaraan mengular panjang, sementara arah Cikampek dan Jagorawi masih relatif lancar.


Kenapa Hujan Sering Jadi Pemicu Macet di Jakarta?

Fenomena macet saat hujan di Jakarta sebenarnya sudah sering terjadi. Alasannya cukup sederhana: selain membuat pengendara menurunkan kecepatan, hujan juga memicu perilaku berteduh sembarangan dari pengguna motor.

Saat pagi hari, lalu lintas Jakarta memang sudah dalam kondisi padat. Begitu ada tambahan hambatan berupa hujan, ruas jalan yang menyempit, hingga proyek galian, maka macet panjang tidak bisa dihindari.


Penutup

Kemacetan parah di Jakarta pagi ini menjadi gambaran nyata bagaimana kombinasi hujan, proyek galian, volume kendaraan tinggi, serta kebiasaan pengendara berteduh sembarangan bisa membuat arus lalu lintas lumpuh.

Ke depan, disiplin pengendara dan kesadaran memilih tempat berteduh yang aman sangat penting agar tidak menambah beban lalu lintas. Sambil menunggu penyelesaian proyek jalan dan perbaikan manajemen lalu lintas, warga Jakarta tampaknya masih harus bersabar menghadapi macet yang tak kunjung hilang.

Baca Juga: Resmi, Persija Jakarta Datangkan Bruno Tubarao untuk Guncang Super League 2025-2025

Baca Juga: Alumni SMAN 4 Jakarta Tanam 1.000 Pohon, Tandai Awal Kepengurusan HIMALS4 Berlian 2025–2029

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.