Akurat

Ilmuwan Nuklir Iran Gugur Akibat Serangan Israel, Siapa Saja Mereka?

Eko Krisyanto | 16 Juni 2025, 14:23 WIB
Ilmuwan Nuklir Iran Gugur Akibat Serangan Israel, Siapa Saja Mereka?

AKURAT.CO Sejumlah ilmuwan nuklir Iran dinyatakan gugur akibat serangan Israel ke Iran pada 13 Juni 2025 di Teheran dan sekitarnya. 

Serangan ini merupakan bagian dari operasi besar yang menargetkan sekitar 200 lokasi di seluruh Iran termasuk fasilitas nuklir, instalasi militer, dan kawasan ibu kota. 

Baca Juga: Serangan Israel ke Iran Buat Jemaah Haji Iran Tertahan di Arab Saudi

Ilmuwan nuklir Iran diserang oleh Israel karena dianggap sebagai bagian kunci dalam pengembangan program nuklir Iran yang dinilai Israel sebagai ancaman eksistensial. 

Iran dinilai telah mengambil langkah signifikan menuju pengembangan senjata nuklir dan rudal. Oleh karena itu, serangan dilakukan terhadap fasilitas dan ilmuwannya. 

Tragedi ini juga menargetkan sosok-sosok penting dalam pengembangan teknologi Iran yang gugur dalam konflik berkepanjangan. Siapa saja mereka? 

  1. Abdolhamid Minouchehr 

  2. Ahmadreza Zolfaghari 

  3. Amirhossein Feqhi 

  4. Motalleblizadeh 

  5. Mohammad Mehdi Tehranchi 

  6. Fereydoun Abbasi 

  7. Ali Bekaei Karimil 

  8. Mansour Asgari 

  9. Saeed Borji 

Sementara itu, lima ilmuwan lainnya belum diumumkan namanya secara resmi  oleh pihak Iran atau Israel. informasinya belum dipublikasikan secara lengkap dalam laporan resmi maupun media internasional. 

Baca Juga: PDIP Kecam Serangan Israel ke Iran: Langgar Hukum Internasional dan Ancam Perdamaian Dunia

Selain menargetkan ilmuwan nuklir, serangan tersebut juga menewaskan sejumlah pejabat militer senior Iran. Di antara korban, terdapat dua jenderal berpangkat tinggi serta beberapa petinggi Garda Revolusi Iran (IRGC).

Serangkaian serangan ini menandai eskalasi serius dalam konflik antara Iran dan Israel yang kian memanas.

Pembunuhan terhadap ilmuwan dan pejabat militer Iran dinilai dapat memicu respons balasan yang lebih luas. Situasi ini pun menimbulkan kekhawatiran akan potensi pecahnya konflik terbuka di kawasan.

Aqila Shafiqa Aryaputri (Magang) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R