Peringatan 100 Tahun KRL di Stasiun Jakarta Kota, Meriah Nuansa Betawi

AKURAT.CO Suasana berbeda menyelimuti Stasiun Jakarta Kota, Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat, pada Selasa pagi (22/4/2025). Di hari itu, stasiun ikonik yang menjadi salah satu simbol transportasi ibu kota ini dihiasi dengan nuansa budaya Betawi yang kental, dalam rangka memperingati 100 tahun beroperasinya Kereta Rel Listrik (KRL) di Indonesia.
Pantauan langsung di lokasi menunjukkan semaraknya perayaan sudah terasa bahkan sebelum memasuki area stasiun. Musik khas Betawi mengalun dari grup musisi yang tampil di gerbang utama, lengkap dengan pakaian adat seperti baju sadariah dan kebaya encim. Penampilan mereka bukan sekadar hiburan, melainkan juga bentuk penghormatan terhadap budaya asli Jakarta yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah perkembangan transportasi kota ini.
Baca Juga: Legislator DKI Optimis Sambut Program Pelestarian Budaya Betawi Pramono-Si Doel
Ondel-Ondel dan Dekorasi Tradisional Sambut Para Tamu
Di sisi kanan dan kiri pintu masuk, dua ondel-ondel berukuran besar berdiri gagah seolah menyambut setiap pengunjung. Sosok boneka raksasa yang telah menjadi ikon Betawi ini semakin mempertegas kesan etnik dan lokal pada acara peringatan tersebut. Wajahnya yang penuh warna dan ekspresi khas menjadi magnet perhatian, terutama bagi para pengunjung yang ingin mengabadikan momen langka ini.
Hiasan berwarna cerah, ornamen bergaya Betawi, serta motif tradisional menghiasi berbagai sudut stasiun. Elemen-elemen ini bukan hanya mempercantik tampilan area publik, tetapi juga menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya pelestarian budaya dalam perkembangan transportasi modern.
Panggung Perayaan dan Semangat Transportasi Perkotaan
Di dalam area stasiun, sebuah panggung peringatan berdiri megah dengan latar belakang bertuliskan: “100 Years of KRL: The Everlasting Urban Transport, KRL Angkutan Perkotaan Nyang Kagak Ade Matinye.” Slogan tersebut menggambarkan semangat tak lekang waktu dari moda transportasi berbasis rel yang telah menjadi tulang punggung mobilitas warga Jabodetabek selama satu abad.
Dekorasi panggung yang dipadukan dengan elemen budaya Betawi menjadikan acara ini tak sekadar seremoni, melainkan juga momentum reflektif tentang perjalanan panjang KRL di Indonesia.
Tamu Undangan Terus Berdatangan
Hingga menjelang siang, arus kedatangan tamu undangan terus berlanjut. Para pejabat, tokoh masyarakat, pecinta kereta api, serta masyarakat umum turut hadir untuk merayakan tonggak bersejarah ini. Rangkaian acara diperkirakan akan berlangsung sepanjang hari, dengan berbagai kegiatan budaya, testimoni sejarah, hingga pameran visual tentang perkembangan KRL dari masa ke masa.
Baca Juga: Jadwal KRL Nambo-Jakarta Kota Hari Ini, 20 Februari 2025: Akses Mudah dan Tepat!
Simbol Kolaborasi Budaya dan Transportasi
Perayaan 100 tahun operasional KRL di Stasiun Jakarta Kota ini bukan hanya merayakan keberhasilan transportasi massal yang efisien dan ramah lingkungan, tetapi juga menunjukkan sinergi antara modernisasi dan pelestarian budaya lokal. Kehadiran unsur-unsur Betawi dalam perayaan ini seolah menjadi pengingat bahwa pembangunan dan kemajuan harus tetap berpijak pada identitas budaya bangsa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









