Beragam Project Perjuangkan Pulau Pari dari Konflik Lingkungan dan Krisis Iklim yang Rugikan Nelayan

AKURAT.CO Organisasi yang diinisiasi kalangan anak muda, Enter Nusantara dan Solar Generation, meluncurkan program Beragam Project yang bertujuan untuk memanfaatkan energi ramah lingkungan.
Project Leader Beragam Project, Ramadhan, mengatakan, pihaknya telah memulai gerakan ini sejak lima tahun lalu dengan target transisi energi di tahun 2050.
"Gerakan ini dimulai sejak tahun 2020 dan akan terus berlanjut hingga transisi energi tercapai. Sesuai target pemerintah, transisi energi diharapkan selesai pada tahun 2050, meskipun saat itu baru diproyeksikan mencapai 31 persen," jelasnya dalam diskusi yang digelar secara daring, Sabtu (1/3/2025).
Baca Juga: Diduga Ilegal, KKP Segel Proyek Reklamasi Oleh PT CPS di Pulau Pari
Salah satu program besar dari Beragam Project saat ini adalah seiring masifnya perampasan lahan terjadi di berbagai daerah, termasuk Pulau Pari, pulau kecil yang tidak jauh dari Kota Jakarta.
Beragam Project menginginkan pembaca bisa mengetahui seperti apa konflik lingkungan yang ada di Pulau Pari serta terus mencari tahu konflik-konflik lingkungan disekitar.
Salah satunya adalah dampak krisis iklim di Pulau Pari yang menyebabkan penghasilan nelayan kian merosot setiap tahunnya.
Baca Juga: DPRD Desak Pemprov Jakarta Hentikan Perusakan Lingkungan di Pulau Pari
"Pada tahun 2000-an para nelayan itu bisa menghasilkan hingga satu ton, tapi saat ini mereka cuma menghasilkan beberapa kilo saja. Saat kita bertanya, ternyata itu dampak dari krisis iklim yang ada di sana," ucap Ramadhan.
Ramadhan juga memastikan Beragam Project akan terus memperjuangkan hak-hak masyarakat yang ada di Pulau Pari, agar bisa terus menjaga kelestarian alamnya.
"Beragam Project akan terus berusaha untuk hadir di garis depan bersama masyarakat yang berkonflik, juga yang luput oleh pemerintah. Kami siap mendukung mereka dengan segenap kemampuan yang kami miliki," jelasnya.
Baca Juga: Pencemaran Limbah Minyak di Pulau Pari Memprihatinkan, WALHI Turun Tangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









