Akurat

Menpar Widiyanti Putri Wardhana Mendadak Bersih-bersih Kota Tua Jakarta, Ada Apa?

Rahman Sugidiyanto | 17 Februari 2025, 09:40 WIB
Menpar Widiyanti Putri Wardhana Mendadak Bersih-bersih Kota Tua Jakarta, Ada Apa?

AKURAT.CO Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana baru-baru ini terlibat menyambangi Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat yang bertujuan untuk menciptakan destinasi wisata yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Gerakan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam meningkatkan kualitas pariwisata Indonesia, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di salah satu kawasan bersejarah di ibu kota.

Dengan demikian, pariwisata Indonesia dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.

Menpar Widiyanti menjelaskan bahwa Kawasan Kota Tua dipilih sebagai lokasi pelaksanaan Gerakan Wisata Bersih karena kawasan ini memiliki potensi tinggi untuk menjadi destinasi pilihan wisatawan yang singgah di Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah lain di Indonesia.

Baca Juga: Pemprov DKI Bakal Aktivasi Kawasan Kota Tua untuk Ekonomi Kreatif Jakarta

Kawasan Kota Tua Jakarta juga kaya akan nilai sejarah dan merupakan warisan budaya yang harus terus dipelihara. Selain itu, kawasan ini juga memiliki nilai strategis dalam industri pariwisata Indonesia.

“Dengan lebih dari 2 juta pengunjung setiap tahunnya, kawasan ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan nusantara maupun mancanegara. Agar destinasi ini dapat dinikmati dengan nyaman, menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan di Kawasan Kota Tua merupakan tanggung jawab bersama,” kata Menpar Widiyanti.

Gerakan Wisata Bersih (GWB) di Kawasan Kota Tua Jakarta menjadi contoh nyata gerakan kolektif dan aksi kolaborasi antara Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan Artha Graha Peduli yang diharapkan bisa menjadi inspirasi untuk mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Baca Juga: Akan Perbanyak Ruang Hijau, Ridwan Kamil Ingin Ubah Kota Tua Seperti di Eropa

Kemenpar juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah mengimplementasikan langkah-langkah strategis dalam penanganan isu kebersihan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan mulai dari Artha Graha Peduli, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, masyarakat lokal, hingga pelaku usaha wisata atas kesadaran dan komitmennya terhadap salah satu pilar penting dalam sapta pesona pariwisata, yaitu kebersihan. Semoga aksi gerakan wisata bersih hari ini dapat menjadi inspirasi bagi destinasi wisata lainnya di Indonesia,” kata Menpar Widiyanti.

Sementara itu, Plt. Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta, Suharini Eliawati berharap Gerakan Wisata Bersih ini dapat memberikan dampak positif di Kawasan Kota Tua Jakarta.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Menteri beserta jajaran, kepada Pak Tomy, Mas Didiet Hediprasetyo. Mudah-mudahan ini adalah kunjungan pertama, namun bukan yang terakhir. Kami tunggu kunjungan selanjutnya ke lokasi-lokasi kami. Mari bersama-sama kita jadikan pariwisata Jakarta sebagai salah satu unggulan menuju Jakarta 5 Abad,” kata Suharini.

Baca Juga: Akan Perbanyak Ruang Hijau, Ridwan Kamil Ingin Ubah Kota Tua Seperti di Eropa

Founder Artha Graha Peduli, Tomy Winata, dalam pelaksanaan Gerakan Wisata Bersih ini, AGP telah menurunkan sekitar 1.300 personel yang tergabung dalam tim Sapu Bersih.

"Artha Graha Peduli berterima kasih kepada Kementerian Pariwisata RI dan Pemprov DKI Jakarta atas kolaborasi dalam Gerakan Wisata Bersih di Kota Tua. Kebersihan bukan hanya aspek penting dalam pengalaman wisata, tetapi juga fondasi bagi pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing global,” kata Tomy Winata.

“Hari ini, lebih dari 1.300 personel dari tim Sapu Bersih Artha Graha Peduli terlibat dalam kegiatan ini,” tambahnya.

Tim Sapu Bersih AGP yang diterjunkan dalam Gerakan Wisata Bersih juga telah terlibat dalam berbagai event nasional seperti Formula E, 1 Abad NU, People Fest, serta Pesta Rakyat Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.