Akurat

DPRD Kritik Penanganan Banjir Jakarta, Jauh dari Sempurna

Citra Puspitaningrum | 4 Februari 2025, 06:00 WIB
DPRD Kritik Penanganan Banjir Jakarta, Jauh dari Sempurna

AKURAT.CO Penanganan banjir di Jakarta mendapat sorotan tajam dari DPRD.

Kejadian yang terus berulang menggambarkan ketidakseriusan jajaran pemerintah provinsi dalam menangani persoalan tahunan tersebut.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jakarta, Muhammad Idris, menilai, upaya yang dilakukan selama ini belum maksimal.

Dia mengatakan, butuh adanya kolaborasi intens antara pemerintah pusat dengan jajaran Pemprov Jakarta.

Baca Juga: Salah Perkirakan Cuaca, Pemprov DKI Akui Kecolongan Antisipasi Banjir Jakarta

Tak hanya itu, solusi jangka panjang sangat dibutuhkan agar banjir tidak terus menjadi masalah setiap tahun.

"Tidak bisa terus menerus mengandalkan pompa dan personel PJLP. Saya rasa belum maksimal," kata Idris kepada wartawan di Gedung DPRD Jakarta, Senin (3/2/2025).

Politisi Partai Nasdem itu mencontohkan, sistem pengelolaan air di negara Belanda yang dinilai lebih efektif.

Dia meminta pemprov untuk melakukan riset mendalam melibatkan pakar untuk menangani biang kerok banjir Jakarta.

Baca Juga: Banjir Rendam 34 RT dan 16 Ruas Jalan di Jakarta, Paling Banyak di Jakbar dan Jakut

"Mereka (Belanda) memiliki aliran sungai khusus untuk dipompa ke laut dan tanggul laut yang bisa mengatur keluar masuknya air," jelas Idris.

Ia juga menyoroti tantangan saat air laut pasang.

Menurutnya jika pasang tidak bisa dikendalikan, maka air tidak memiliki jalur keluar yang optimal.

"Kalau kita sudah bersihkan sampah dan sedimen di sungai serta memompa air banjir ke sungai, tetapi air laut pasang tidak bisa dikendalikan, mau lari ke mana itu air," kata Idris.

Baca Juga: Rel Terendam Banjir, Sejumlah Perjalanan Kereta Api Jakarta-Surabaya Dibatalkan

Karena itu, dia meminta dinas terkait memastikan pengendalian aliran air menuju laut agar sistem drainase berfungsi optimal.

"Kalau alirannya diatur dengan baik, maka saat Jakarta diguyur hujan, sungai akan lancar dari hulu hingga hilir," pungkas Idris.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.