Akurat

Warga Jakarta Bisa Dapatkan Vaksin Pneumonia secara Cuma-cuma

Mukodah | 27 Mei 2024, 11:42 WIB
Warga Jakarta Bisa Dapatkan Vaksin Pneumonia secara Cuma-cuma

AKURAT.CO Warga Jakarta bisa mendapatkan vaksin pneumonia atau Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) untuk anak secara cuma-cuma.

Dalam rangka puncak Pekan Imunisasi Dunia DKI Jakarta yang diselenggarakan pada 8 Juni 2024.

"Target Dinkes terkait imunisasi PCV adalah tersebar luasnya informasi kepada masyarakat. Bahwa saat ini imunisasi PCV telah bisa didapatkan secara gratis," kata Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, di Jakarta, Senin (27/5/2024).
​​​​​​​
Dia menjelaskan, masyarakat bisa mendapatkan vaksin di fasilitas kesehatan milik pemerintah dan rumah sakit nonpemerintah, sebagai langkah untuk ikut berpartisipasi dalam penguatan imunisasi rutin melalui puskesmas di wilayahnya.

Cakupan imunisasi pneumonia pada bayi tahun 2023 yakni sebanyak 139.887 atau 84,48 persen.

Baca Juga: Risiko Pneumonia pada Anak Dapat Dihindari Sejak Dini melalui Pemberian Vaksin PCV 15

Angka cakupan tahun ini, hingga 19 Mei 2024, jumlah bayi yang mendapatkan vaksin pneumonia mencapai 27.784 atau 19,27 persen.

Sementara untuk cakupan PCV pada anak berusia di bawah dua tahun pada 2023 yakni 66.419 (39,24 persen).

Jumlah cakupan baduta yang diimunisasi tahun 2024 hingga 19 Mei lalu sebanyak 39.716 (23,98 persen).

Kendati vaksin pneumonia juga bisa diberikan pada orang dewasa, namun mengingat tidak ada program imunisasi rutin bagi kelompok usia ini maka tidak ada catatan resmi untuk cakupan vaksinasi melalui sumber pencatatan Kementerian Kesehatan maupun Dinkes DKI Jakarta.

Penyuntikan imunisasi pneumonia diberikan pada usia 2 dan 3 bulan sebagai imunisasi dasar. Kemudian pada usia 12 bulan sebagai imunisasi lanjutan.

Penyuntikan ini diberikan bersamaan dengan imunisasi DPT-HB-Hib, polio tetes dan rotavirus.

Imunisasi DPT-HB-Hib diketahui dapat mencegah penyakit pneumonia yang disebabkan virus Haemophilus influenzae tipe b.

Dinkes DKI Jakarta mencatat kegiatan imunisasi sejak tahun 1977 diperluas menjadi Program Pengembangan Imunisasi (PPI) sampai saat ini.

Baca Juga: Waspada Pneumonia pada Anak: Kenali Gejalanya dan Cara Mengobatinya

Dinkes DKI Jakarta senantiasa melakukan upaya peningkatan kesadaran imunisasi di masyarakat melalui berbagai cara.

Peningkatan kesadaran ini dilakukan baik melalui edukasi personal saat pelayanan di fasilitas kesehatan dan posyandu ataupun melalui seminar daring dan luring yang mengundang para orang tua untuk mendengar edukasi tentang imunisasi langsung dari para spesialis anak.

"Dinkes juga aktif memberikan edukasi melalui kanal-kanal media sosial terkait imunisasi," ujar Ani.

Kendati demikian, masih ada tantangan yang dihadapi terkait penyelenggaraannya.

Di antaranya orang tua menolak suntikan ganda saat kunjungan imunisasi dan orang tua yang belum memahami jadwal imunisasi rutin lengkap.

"Masih belum dipahaminya jadwal imunisasi kejar jika anak tertinggal imunisasi dari jadwal seharusnya juga menjadi tantangan terkait penyelenggaraan imunisasi saat ini khususnya di Jakarta," jelas Ani.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK