JPO Karet Sudirman Jadi Gibahan Karena Tak Memiliki Atap, Apa Alasannya?

AKURAT.CO Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Karet Sudirman kembali menjadi perbincangan di media sosial X karena tidak memiliki atap. Salah satu netizen mengeluhkan bahwa JPO ini memiliki desain yang jelek sebab tidak mempunyai atap. Hal ini membuat pengguna yang melewatinya akan kepanasan saat terik dan kebasahan ketika musim hujan.
Diketahui, JPO Karet Sudirman diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada tahun 2022 lalu. Dengan desain Kapal Pinisi khas Makassar, beberapa orang menganggap, JPO ini tidak ramah bagi pejalan kaki.
"Scorching hot during sunny days, useless during rainy days. Fxxx this ugly JPO, really," tulis akun @chrxxx di media sosial X, Rabu (28/2/2024).
Apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi, "Panas terik saat hari cerah, percuma saat hujan. P** dengan JPO jelek ini, kok."
Baca Juga: Bangun Flyover dan JPO, Kota Podomoro Tenjo Pilih Gandeng Pemkab Bogor
Lantas, apa alasan JPO Karet Sudirman tidak memiliki atap?
Dilansir dari berbagai sumber, Anies selaku Gubernur DKI Jakarta saat itu sengaja tidak menggunakan atap di JPO Karet Sudirman dengan alasan agar bisa dijadikan sebagai ruang ketiga untuk interaksi dan pengalaman baru. Menanggapi kritikan masyarakat apabila terjadi hujan, Anies menjelaskan bahwa JPO menghubungkan dua tempat outdoor sehingga tidak memerlukan atap.
Adapun tanggapan Wakil Gubernur DKI Jakarta saat itu Ahmad Riza menyatakan, pembangunan JPO Karet Sudirman memang menggunakan rancangan terbuka. Hal ini dipaparkan oleh Riza, untuk menanggapi kritikan masyarakat mengenai JPO Karet tidak ramah terhadap pejalan kaki karena tidak menggunakan atap. Selain itu, Riza mengatakan bahwa JPO Karet Sudirman dibangun sebagai monumen penghargaan bagi tenaga kesehatan yang mengabdi saat pandemi covid-19.
Terdapat netizen yang menjelaskan bahwa alasan JPO Karet Sudirman tidak menggunakan atap karena membuat gelap ketika sore atau malam sehingga rawan tindak kejahatan. Selain itu juga JPO tanpa atap menjadi bentuk pencegahan untuk tunawisma di Jakarta agar tidak tidur dan mengotori JPO.
"Hi kak, jadi knp JPO di Jkt skrg direnov tanpa atap? Utk mncegah 2 hal
1. JPO dgn atap akan lbh gelap ketika sore/malam, rawan tindak kejahatan
2. JPO dgn atap banyak digunakan oleh homeless Jakarta untuk tidur, dan gak jarang dari mereka mengotori JPO dan tidur sampai siang," tulis akun @Thexxx.
Adapun komentar yang menanyakan mengapa JPO ini tidak kunjung di renovasi. Hal ini dikarenakan desain JPO seperti tidak memerhatikan kebutuhan dan hanya mementingkan estetika.
"Gak dibenerin juga dari dulu? Padahal kan lumayan, jadi proyek. Penasaran siapa yg desain, kagak memerhatikan kebutuhan orang," tulis @memxxx.
Baca Juga: Sempat Terkendala Pembebasan Lahan, Anies Klaim Proyek JPO di Jalan Layang Tapal Kuda Nyaris Rampung
"jadi pro kontra ya, semoga next gub bisa jadi penengah dengan solusi yang lebih baik," tulis akun @inlxxx.
"Tapi, kalo atasnya ketutup biasanya malah jadi tempat gelandangan dan keliatan lebih kumuh," tulis akun @hitxxx.
"Sebenernya yang dipermasalahkan keknya harusnya bukan atapnya sih. Tapi lantainya pake kayu itu jadi licin bgt bawaannya kepeleset mulu, mau ujan mau kagak tetep agak licin sih," tulis akun @honxxx.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








