Akurat

Daftar 5 Puting Beliung di Indonesia yang Total Kerugiannya Paling Besar, Ada yang Nilainya Rp12 Miliar

Rahmat Ghafur | 23 Februari 2024, 16:43 WIB
Daftar 5 Puting Beliung di Indonesia yang Total Kerugiannya Paling Besar, Ada yang Nilainya Rp12 Miliar

AKURAT.CO Indonesia sebagai negara yang sering dilanda berbagai bencana alam, tidak jarang menghadapi ancaman puting beliung yang dapat menyebabkan kerusakan bangunan hingga pemukiman warga.

Tentu saja, kerusakan akibat puting beliung ini tidak jarang menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi sejumlah warga ataupun perusahaan. Dengan demikian, seseorang harus menyiapkan dana tambahan untuk memperbaiki kerusakan tersebut.

Baca Juga: Fenomena di Rancaekek Bukan Puting Beliung Melainkan Tornado, Apa Bedanya?

Beberapa daerah di Indonesia bahkan sudah mengalami bencana ini dan kerugiannya bisa  mencapai ratusan hingga miliaran. Tentu saja, dampak yang diberikan oleh puting beliung tidak bisa dianggap sepele, mengingat besarnya kerugian yang dapat terjadi.

Di sisi lain, puting beliung sendiri merupakan angin kencang yang kecepatannya mencapai 120 km/jam atau lebih. Bencana ini terjadi karena adanya perbedaan tekanan suatu sistem cuaca.

Mengutip dari berbagai sumber pada Jumat (23/2/2024), berikut ini peristiwa puting beliung yang terjadi di Indonesia dengan total kerugian paling besar.

1. Puting Beliung di Tulungagung (2007)

Angin puting beliung di Tulungagung terjadi pada 2007. Bencana ini sedikitnya merusak 634 rumah dengan kerugian mencapai Rp4 miliar.

Kerusakan ini mencakup 467 rumah rusak di Kecamatan Boyolangu, 167 rumah rusak di Kecamatan Tulungagung. Dengan rincian 18 rumah roboh, 22 rumah rusak berat, dan sisanya rusak ringan.

2. Puting Beliung di Yogyakarta (2008)

Angin puting beliung di Yogyakarta terjadi pada 2008. Bencana ini merusak bangunan dari Universitas Gajah Mada (UGM) dengan kerugian mencapai Rp12 miliar.

Data tersebut diperoleh melalui perhitungan kerusakan pada bangunan dan kendaraan, pohon yang tumbang dalam jumlah ratusan, dan kerusakan pada fasilitas vital seperti tower internet.

3. Puting Beliung di Rancaekek (2011)

Angin puting beliungg di Rancaekek terjadi pada 2011 atau tepatnya Rabu (13/4/2011). Bencana ini merusak sejumlah bangunan dan rumah warga dengan total kerugian mencapai Rp2,1 miliar.

Menurut sejumlah informasi, kerugian ini belum termasuk bangunan sekolah yang rusak akibat angin.

Kerugian paling signifikan dialami di Desa Jelegong yang mencapai total Rp892 juta. Sementara itu, Desa Nanjungmekar mengalami kerugian sebesar Rp354 juta, Desa Sukamulya Rp240 juta, Desa Sukamanah Rp218 juta, Desa Linggar Rp154 juta, Desa Haur Pugur Rp120 juta, Desa Sangiang Rp110 juta, Desa Bojongloa Rp34 juta, dan Desa Cangkuang Rp4 juta.

4. Puting Beliung di Jateng (2019)

Angin puting beliung di Jateng terjadi pada 2019. Sejak Oktober, tercatat 22 kabupaten/kota dilanda puting beliung dengan kerugian mencapai Rp 6,5 miliar.

Menurut catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng pada periode Oktober hingga 11 Desember 2019, puting beliung menyebabkan kerusakan signifikan pada 171 rumah atau bangunan, dengan 1.509 mengalami kerusakan sedang, dan 4.292 mengalami kerusakan ringan.

Selain itu, kejadian ini juga menelan biaya kemanusiaan dengan 31 orang mengalami luka-luka dan dua orang dinyatakan meninggal dunia.

5. Puting Beliung di Lebak Banten (2022)

Angin puting beliung di Lebak Banten atau tepatnya di Gunungkencana pada Senin (9/5/2022). Bencana ini merusak sejumlah bangunan, seperti sekolah dan tempat ibadah dengan kerugian mencapai Rp800 juta.

Kerusakan terparah akibat puting beliung terjadi di Desa Gunungkencana dan Sukanegara, namun tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka dalam bencana tersebut.

6. Puting Beliung Di Bener Meriah (2023)

Angin puting beliung di Bener Meriah terjadi pada 2023. Bencana ini merusak sejumlah rumah warga dan fasilitas umum dengan kerugian mencapai Rp460 juta.

Kerusakan tersebut mencakup 25 unit rumah dengan kerusakan berat, 5 unit rumah dengan kerusakan ringan, termasuk sel rutan kelas II B Bener Meraih, rumah dinas Kodim 0119, dan 2 unit TK RA IT. Sementara di Kampung Wih Pesam, terdapat 5 unit rumah warga yang mengalami kerusakan berat.

7. Angin Puting Beliung di Sukabumi (2024)

Angin puting beliun di Sukabumi terjadi pada 2023 atau tepatnya pada Sabtu (27/1/2024). Kerugian dari bencana ini mencapai Rp116 juta dengan rincian rumah yang dikategorikan rusak berat, kerugiannya mencapai Rp25 juta per unit. Terdapat dua rumah yang dilaporkan rusak berat, sehingga totalnya mencapai Rp50 juta.

Rumah yang mengalami kerusakan sedang diperkirakan menimbulkan kerugian sebesar Rp10 juta per unit. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat adanya tiga rumah yang termasuk dalam kategori ini, sehingga total kerugian mencapai Rp30 juta.

Sementara itu, terdapat 18 unit rumah yang dilaporkan mengalami kerusakan ringan, menyebabkan total kerugian mencapai Rp26 juta, dengan rata-rata kerugian per unit sebesar Rp2 juta.

Baca Juga: 3 Fakta Angin Puting Beliung di Sidoarjo, Ratusan Rumah Rusak

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
D