Duh! Volume Lalu Lintas Melonjak hingga 80%, Jakarta Macet Lagi

AKURAT.CO, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengakui kondisi jalanan Ibu Kota mulai dipadati kendaraan bermotor. Alhasil, terjadi antrean kendaraan di sejumlah titik setelah Pemerintah Pusat menurunkan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari level 4 menjadi 3.
Syafrin menyebutkan, saat ini volume lalu lintas Jakarta sudah mencapai 80 persen atau naik 30 persen dibandingkan kondisi Jakarta saat memberlakukan PPKM Darurat beberapa waktu lalu.
"Volume lalu lintas pertumbuhannya sekitar 80 persen dibandingkan PPKM Darurat," kata Syafrin ketika dikonfirmasi AKURAT.CO, Jakarta, Kamis (26/8/2021).
Syafrin menuturkan, peningkatan jumlah kendaraan di jalanan Ibu Kota terjadi bertahap ketika pihaknya bersama Polda Metro Jaya mengubah skema pembatasan mobilitas warga. Di mana pihaknya membuka penyekatan jalan dan memberlakukan kebijakan ganjil genap di delapan ruas jalan di Ibu Kota.
Jalan semakin padat pada PPKM Level 3 setelah pihaknya juga memangkas jumlah jalur ganjil genap yang sekarang ini hanya berlaku di tiga ruas jalan saja yakni, Jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin, dan Jalan Rasuna Said.
"Sekarang volume lalu lintas cenderung konstan. Tapi, tinggi kalau kalau dibandingkan dengan PPKM Darurat. Kan dulu saat PPKM Darurat dibatasi seluruhnya, jadi otomatis volumenya rendah," tuturnya.
Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan pengawasan dan pengontrolan lewat patroli rutin. Jika ada kemacetan panjang yang ditemukan pihaknya bakal mengurainya lewat pengalihan arus lalu lintas.
"Pengawasan terus dilakukan tiga pilar, Pemprov DKI, TNI, Polri, terus melakukan pengawasan, patroli terus jalan," tuturnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta masyarakat Jakarta tetap berada di rumah dan menjalankan protokol kesehatan (Prokes) dengan dispilin meski status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di DKI sudah turun dari level 4 menjadi level 3.
"Kami minta masyarakat tetap berada di rumah, melaksanakan prokes secara baik, jangan kendor jangan abai, harus tetap waspada," kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (25/8/2021).
Ariza mengatakan, di banyak tempat di negara lain kerap terjadi ledakan susulan setelah penyebaran Covid-19 melandai. Ledakan susulan dipicu ketidaktaatan masyarakat pada aturan-aturan kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.
Ledakan susulan disebutnya justru lebih berbahaya sebagaimana yang terjadi di Jakarta pada Juni-Juli 2021 lalu.
"Belajar dari bangsa dan negara di dunia yang abai kendor kurang waspada akhirnya terjadi peningkatan dan akhirnya meledak lagi," tegasnya.
Adapun level PPKM di Jakarta diturunkan dari level 4 ke level 3 setelah Pemerintah Pusat menilai penularan virus corona di Jakarta turun drastis. Penurunan level PPKM dibarengi dengan pelonggaran peraturan sejumlah sektor. Lantaran sudah ada pelonggaran, Ariza mengakui kalau saat ini mobilisasi warga di Jakarta kembali meningkat.
"Cukup baik mobilitas masyarakat, ada peningkatan memang," ucapnya. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





