Akurat

Pemprov DKI Akui Kesulitan Kejar Target Pajak BPHTB

| 27 November 2019, 09:55 WIB
Pemprov DKI Akui Kesulitan Kejar Target Pajak BPHTB

AKURAT.CO, Pemprov DKI Jakarta menggelar rapat Badan Anggaran APBD DKI Jakarta 2020 dengan anggota DPRD DKI di Jakarta Pusat Selasa (26/11/2019) . 

Pemaparan Pemprov DKI pun dihujani kritik dan saran oleh anggota dewan. Meski begitu, Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah menuturkan ada sisi pajak yang tidak bisa direalisasikan oleh jajarannya. 

"Jenis pajak yang tidak bisa kita kejar adalah BPHTB. Terjadi Penurunan transaksi dari asosiasi notaris, menurut mereka sudah 2 tahun bayar karyawannya nombok, karena transaksi hanya 33%. Tapi per hari ini BPHTB kita 40%. Artinya, memang sepanjang 2019 sedikit sekali transaksi yang mengakibatkan kepada (turunnya pendapatan) BPHTB, "katanya. 

Secara keseluruhan, pantuan di ruangan menunjukkan data sejumlah potensi pajak. Angka target pajak, realisasi pajak dan selisih pajak terpampang jelas. Sebanyak 13 potensi pajak tidak ada yang tercapai target pajaknya. 

Berikut list pajak yang menjadi pembahasan dalam Banggar. 

PKB, targetnya Rp8,80 triliun, realisasi per 26 November 7,87 triliun, selisihnya Rp927 miliar

BNNKB, targetnya Rp5,65 triliun, realisasi per 26 November Rp4, 82 triliun, selisihnya Rp822 miliar

PBBKB, targetnya Rp1, 27 triliun, realisasi per 26 November Rp1,15 triliun, selisihnya Rp122 miliar

PAT, targetnya Rp110 miliar, realisasi per 26 November Rp93,20 miliar, selisihnya Rp 16,7 miliar

Pajak hotel, targetnya Rp1,80 triliun, realisasi per 26 November Rp1,53 triliun, selisihnya Rp264, 8miliar

Pajak restoran, targetnya Rp3,55 triliun, realisasi per 26 November Rp3,25 triliun, selisihnya Rp 295,6 miliar

Pajak hiburan, targetnya Rp850 miliar, realisasi per 26 November Rp743, 2 miliar, selisihnya Rp106,7 miliar

Pajak reklame, targetnya Rp1,05 triliun, realisasi per 26 November Rp944,8 miliar, selisihnya Rp105, 1 miliar

PPJ, targetnya Rp810 miliar, realisasi per 26 November Rp739,9 triliun, selisihnya Rp70 miliar

Pajak parkir, targetnya Rp525 miliar, realisasi per 26 November Rp492, 4 miliar, selisihnya Rp32,55 miliar

BPHTB, targetnya Rp9,5 triliun, realisasi per 26 November Rp4,11 triliun, selisihnya Rp5,38 triliun

Pajak rokok, targetnya Rp620 miliar, realisasi per 26 November Rp533,11 miliar, selisihnya Rp86,8 miliar

PBB-P2, targetnya Rp10 triliun, realisasi per 26 November Rp9 triliun, selisihnya Rp991 miliar

JUMLAH TARGET pendapatan di APBDP 44,54 triliun

REALISASI Rp35,315 triliun

SELISIH Rp9,224 triliun.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.