Akurat

Jakarta Rawan Bencana, Pendidikan Mitigasi Sejak Dini Dibutuhkan di Sekolah

Citra Puspitaningrum | 8 Februari 2026, 00:00 WIB
Jakarta Rawan Bencana, Pendidikan Mitigasi Sejak Dini Dibutuhkan di Sekolah

AKURAT.CO Pendidikan mitigasi bencana bagi siswa sekolah di Jakarta dinilai semakin mendesak seiring tingginya risiko kebencanaan di ibu kota.

Kepadatan penduduk serta potensi bencana seperti banjir, kebakaran, hingga gempa bumi membuat pembekalan pengetahuan keselamatan sejak dini menjadi kebutuhan nyata bagi pelajar.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Desie Cristhyana Sari, menyatakan dukungannya terhadap penguatan pendidikan mitigasi bencana di lingkungan sekolah.

Menurutnya, pemahaman tentang keselamatan publik dan mitigasi bencana akan membantu siswa merespons situasi darurat secara cepat dan tepat.

“Saya mendukung pendidikan keselamatan publik, mitigasi bencana perkotaan, dan literasi digital diberikan secara serius kepada siswa Jakarta,” kata Desie kepada wartawan, Sabtu (7/2/2026).

Desie menilai, kebutuhan tersebut tidak bisa ditunda mengingat pelajar Jakarta hidup di wilayah dengan tingkat risiko bencana yang tinggi.

Di saat yang sama, mereka juga sangat aktif dalam penggunaan teknologi digital.

Baca Juga: Tanah Masih Bergerak, Gibran Minta Warga Tegal Tak Kembali ke Rumah

“Ini adalah kebutuhan riil bagi anak-anak Jakarta yang setiap hari menghadapi potensi bencana sekaligus tantangan di ruang digital,” ujarnya.

Ia menekankan, pembelajaran mitigasi bencana harus dirancang secara aplikatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Materi pembelajaran dapat mencakup pengenalan jalur evakuasi, respons saat banjir atau kebakaran, keselamatan berlalu lintas, penggunaan transportasi umum, hingga etika dan keamanan berinteraksi di ruang digital.

Sebagai anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Desie menyatakan akan mendorong penguatan kebijakan pendidikan agar materi mitigasi bencana tidak bersifat insidental semata.

Ia berharap pembelajaran tersebut dapat terintegrasi dalam ekosistem pendidikan Jakarta secara berkelanjutan.

“Kami akan mendorong Dinas Pendidikan DKI Jakarta agar pembelajaran bagi siswa lebih kontekstual dengan kehidupan perkotaan dan risiko yang mereka hadapi,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.