Akurat Logo

10 Indikator Negara Maju dan Negara Berkembang, Apa Saja Perbedaannya?

Redaksi Akurat | 6 November 2026, 08:16 WIB
10 Indikator Negara Maju dan Negara Berkembang, Apa Saja Perbedaannya?
10 Indikator Negara Maju dan Negara Berkembang, Apa Saja Perbedaannya?

AKURAT.CO Setiap negara memiliki tingkat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat yang berbeda-beda. Ada negara yang sudah mempunyai perekonomian kuat, teknologi canggih, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan memadai. Namun, ada pula negara yang masih berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengembangkan infrastrukturnya.

Perbedaan tersebut sering kali digunakan untuk mengelompokkan negara menjadi negara maju dan negara berkembang. Pengelompokan ini tidak hanya dilihat dari kekayaan suatu negara, tetapi juga mempertimbangkan kualitas sumber daya manusia, kondisi ekonomi, perkembangan industri, hingga pemerataan fasilitas publik.

Baca Juga: China Peringatkan Negara Berkembang Jangan Jadi Korban Tarif AS

Lantas, apa saja indikator negara maju dan negara berkembang? Berikut penjelasannya.

1. Pendapatan per Kapita

Pendapatan per kapita menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk melihat tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat suatu negara. Indikator ini menggambarkan rata-rata pendapatan nasional yang diperoleh setiap penduduk dalam periode tertentu.

Negara maju umumnya mempunyai pendapatan per kapita yang tinggi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi dan kemampuan menghasilkan pendapatan relatif kuat.

Sementara itu, negara berkembang cenderung mempunyai pendapatan per kapita yang lebih rendah. Sebagian masyarakatnya juga masih menghadapi keterbatasan daya beli dan kesenjangan pendapatan.

Bank Dunia menggunakan Pendapatan Nasional Bruto atau Gross National Income (GNI) per kapita untuk mengelompokkan negara berdasarkan tingkat pendapatan. Kategorinya terdiri dari negara berpendapatan rendah, menengah bawah, menengah atas, dan tinggi.

Namun, pendapatan per kapita yang tinggi tidak secara otomatis menjadikan suatu negara sebagai negara maju karena indikator tersebut belum menggambarkan pemerataan kesejahteraan seluruh penduduk.

2. Tingkat Pendidikan Masyarakat

Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia. Tingkat pendidikan yang baik dapat meningkatkan keterampilan, pengetahuan, serta kemampuan masyarakat dalam menghadapi perkembangan zaman.

Negara maju umumnya mempunyai akses pendidikan yang lebih merata, fasilitas sekolah dan perguruan tinggi memadai, serta kualitas tenaga pendidik yang relatif baik.

Sebaliknya, negara berkembang masih dapat menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan fasilitas pendidikan, angka putus sekolah, dan kesenjangan akses pendidikan antara wilayah perkotaan dengan pedesaan.

Tingkat pendidikan dapat dilihat melalui beberapa indikator, seperti angka melek huruf, rata-rata lama sekolah, harapan lama sekolah, dan angka partisipasi pendidikan.

3. Kualitas Pelayanan Kesehatan

Kualitas pelayanan kesehatan juga menjadi indikator penting dalam membedakan negara maju dan negara berkembang.

Negara maju umumnya mempunyai fasilitas kesehatan yang lebih memadai, tenaga medis profesional, serta teknologi kedokteran yang berkembang. Masyarakatnya juga cenderung mempunyai akses lebih baik terhadap pelayanan kesehatan.

Sementara itu, negara berkembang masih dapat menghadapi keterbatasan fasilitas rumah sakit, jumlah tenaga medis, dan akses layanan kesehatan di sejumlah wilayah.

Kondisi kesehatan masyarakat dapat diukur melalui beberapa indikator, antara lain angka harapan hidup, angka kematian ibu, angka kematian bayi, serta ketersediaan fasilitas kesehatan.

Semakin baik kualitas pelayanan kesehatan, semakin besar pula peluang masyarakat untuk mempunyai kehidupan yang sehat dan produktif.

4. Perkembangan Sektor Industri

Perkembangan industri menjadi salah satu indikator yang dapat menunjukkan tingkat kemajuan ekonomi suatu negara.

Negara maju umumnya mempunyai sektor industri yang berkembang dengan dukungan teknologi modern. Sektor manufaktur, otomotif, elektronik, farmasi, dan industri berteknologi tinggi menjadi bagian penting dalam kegiatan ekonominya.

Sementara itu, negara berkembang sering kali masih mempunyai ketergantungan cukup besar terhadap sektor pertanian, pertambangan, atau ekspor bahan mentah.

Meski demikian, bukan berarti sektor pertanian tidak berkembang di negara maju. Perbedaannya terletak pada tingkat produktivitas, penggunaan teknologi, serta kemampuan menghasilkan produk dengan nilai tambah yang tinggi.

5. Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing suatu negara.

Negara maju umumnya mempunyai kemampuan penelitian dan pengembangan yang kuat. Mereka juga mampu menciptakan berbagai inovasi, mulai dari teknologi komunikasi, kecerdasan buatan, otomasi industri, hingga teknologi kesehatan.

Di sisi lain, negara berkembang masih dapat menghadapi tantangan dalam pemerataan akses teknologi, pendanaan penelitian, dan pengembangan inovasi dalam negeri.

Indikator ini dapat dilihat melalui investasi penelitian dan pengembangan, jumlah paten, penggunaan teknologi digital, serta kemampuan industri dalam memanfaatkan teknologi modern.

6. Ketersediaan Infrastruktur

Infrastruktur merupakan fasilitas dasar yang mendukung kegiatan ekonomi dan kehidupan masyarakat. Ketersediaan infrastruktur yang baik dapat memperlancar mobilitas penduduk, distribusi barang, serta aktivitas perdagangan.

Negara maju umumnya mempunyai infrastruktur yang lebih lengkap dan terintegrasi. Contohnya meliputi jalan raya berkualitas, transportasi umum modern, jaringan kereta api, bandara, pelabuhan, serta akses listrik dan internet yang luas.

Sementara itu, negara berkembang masih dapat menghadapi persoalan pemerataan pembangunan infrastruktur. Wilayah perkotaan mungkin sudah mempunyai fasilitas memadai, tetapi sejumlah daerah terpencil masih mengalami keterbatasan akses transportasi, listrik, air bersih, dan jaringan komunikasi.

7. Tingkat Kemiskinan dan Pemerataan Pendapatan

Tingkat kemiskinan menjadi indikator untuk mengetahui sejauh mana suatu negara mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakatnya.

Negara maju umumnya mempunyai tingkat kemiskinan yang relatif lebih rendah dan sistem perlindungan sosial yang lebih berkembang. Masyarakat juga cenderung mempunyai akses lebih baik terhadap kebutuhan dasar, seperti makanan, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan.

Sebaliknya, negara berkembang masih dapat menghadapi persoalan kemiskinan, pengangguran, serta kesenjangan pendapatan antarkelompok masyarakat.

Meski demikian, negara dengan pendapatan tinggi sekalipun belum tentu mempunyai pemerataan ekonomi yang baik. Oleh karena itu, tingkat kemiskinan dan ketimpangan pendapatan perlu diperhatikan bersama indikator lainnya.

8. Produktivitas dan Kualitas Tenaga Kerja

Produktivitas tenaga kerja menunjukkan kemampuan seseorang atau kelompok pekerja dalam menghasilkan barang dan jasa dalam periode tertentu.

Negara maju umumnya mempunyai produktivitas tenaga kerja yang tinggi. Hal ini didukung oleh pendidikan, keterampilan profesional, teknologi modern, serta sistem kerja yang efisien.

Sementara itu, negara berkembang masih dapat menghadapi tantangan berupa rendahnya keterampilan tenaga kerja, dominasi pekerjaan informal, dan ketidaksesuaian kompetensi pekerja dengan kebutuhan industri.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu langkah penting bagi negara berkembang untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi.

9. Stabilitas Ekonomi dan Sistem Keuangan

Stabilitas ekonomi juga menjadi salah satu indikator untuk melihat tingkat perkembangan suatu negara.

Negara maju umumnya mempunyai sistem keuangan yang lebih matang, lembaga perbankan yang berkembang, serta perekonomian yang relatif terdiversifikasi.

Sementara itu, negara berkembang masih dapat menghadapi tantangan seperti gejolak nilai tukar, inflasi, keterbatasan akses pembiayaan, dan ketergantungan terhadap komoditas tertentu.

Beberapa aspek yang dapat digunakan untuk mengukur stabilitas ekonomi antara lain tingkat inflasi, pengangguran, perkembangan investasi, stabilitas nilai tukar, dan kondisi sektor keuangan.

10. Kualitas Hidup Masyarakat

Kualitas hidup masyarakat merupakan gambaran umum mengenai tingkat kesejahteraan penduduk dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Indikator ini tidak hanya berkaitan dengan pendapatan, tetapi juga mencakup akses terhadap kebutuhan dasar, lingkungan tempat tinggal, keamanan, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.

Negara maju umumnya mempunyai standar hidup yang relatif tinggi karena didukung oleh fasilitas publik dan sistem pelayanan sosial yang lebih berkembang.

Sementara itu, negara berkembang masih berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan ekonomi, pemerataan fasilitas publik, serta peningkatan akses terhadap kebutuhan dasar.

Baca Juga: Hilirisasi Nikel Dorong Indonesia Jadi Negara Maju dan Pemain Global di Industri Baterai EV

Mengenal Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Selain menggunakan indikator ekonomi dan sosial secara terpisah, pembangunan suatu negara juga dapat dilihat melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI).

Indeks ini dikembangkan oleh United Nations Development Programme (UNDP) untuk mengukur pencapaian pembangunan manusia berdasarkan tiga dimensi utama.

  • Pertama, kesehatan yang diukur melalui angka harapan hidup saat lahir.

  • Kedua, pendidikan yang diukur berdasarkan rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah.

  • Ketiga, standar hidup yang diukur melalui pendapatan nasional bruto per kapita yang disesuaikan dengan paritas daya beli.

Nilai IPM berada pada rentang 0 hingga 1. Semakin tinggi nilai indeksnya, semakin tinggi pula tingkat pembangunan manusia suatu negara.

UNDP membagi pembangunan manusia ke dalam empat kategori, yaitu sangat tinggi dengan nilai IPM 0,800 ke atas, tinggi sebesar 0,700–0,799, sedang sebesar 0,550–0,699, dan rendah di bawah 0,550.

Meskipun demikian, IPM bukan satu-satunya penentu status negara maju atau berkembang karena indeks tersebut lebih berfokus pada dimensi pembangunan manusia.

Contoh Negara Maju dan Negara Berkembang

Sejumlah negara yang sering dijadikan contoh negara maju adalah Jepang, Jerman, dan Korea Selatan. Ketiganya mempunyai sektor industri yang kuat, penguasaan teknologi, serta infrastruktur yang berkembang.

Sementara itu, Indonesia, India, dan Nigeria sering dimasukkan dalam kelompok negara berkembang dalam berbagai pembahasan ekonomi internasional.

Indonesia sendiri masih menghadapi sejumlah tantangan pembangunan, terutama dalam pemerataan pendidikan, peningkatan produktivitas, penguatan industri bernilai tambah, dan pemerataan infrastruktur.

Namun, pengelompokan negara dapat berbeda bergantung pada lembaga dan indikator yang digunakan. Bank Dunia, misalnya, mengelompokkan negara berdasarkan tingkat pendapatan, sedangkan IMF menggunakan sejumlah pertimbangan ekonomi untuk membedakan perekonomian maju dan berkembang.

Apakah Negara dengan Pendapatan Tinggi Pasti Menjadi Negara Maju?

Negara dengan pendapatan per kapita tinggi belum tentu dapat langsung dikategorikan sebagai negara maju.

Hal ini karena pendapatan per kapita hanya menunjukkan rata-rata pendapatan nasional dibandingkan jumlah penduduk. Angka tersebut tidak secara langsung menggambarkan pemerataan ekonomi, kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, atau perkembangan industri.

Sebagai contoh, negara yang mempunyai sumber daya alam melimpah dapat memperoleh pendapatan besar dari ekspor minyak dan gas. Namun, apabila perekonomiannya masih bergantung pada komoditas tertentu dan belum mempunyai diversifikasi industri yang kuat, tingkat pembangunannya perlu dilihat melalui indikator lainnya.

Oleh karena itu, penentuan negara maju dan berkembang harus mempertimbangkan berbagai aspek secara bersamaan.

Indikator negara maju dan negara berkembang mencakup berbagai aspek, mulai dari pendapatan per kapita, pendidikan, kesehatan, perkembangan industri, penguasaan teknologi, hingga kualitas hidup masyarakat.

Negara maju umumnya mempunyai tingkat pembangunan ekonomi dan manusia yang relatif tinggi. Sementara itu, negara berkembang masih berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat sektor industri, dan memperbaiki pemerataan pembangunan.

Dengan demikian, status suatu negara tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan kekayaan atau pendapatan nasional. Kualitas sumber daya manusia, stabilitas ekonomi, serta pemerataan fasilitas publik juga menjadi faktor penting dalam melihat tingkat kemajuan sebuah negara.

Taqiyuddin Abdurrahman Leboe (Magang)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R