BI Rate Ditahan di 5,75 Persen di Tengah Tekanan Eksternal

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 5,75%. Di tengah tekanan eksternal yang meningkat, bank sentral juga memperkuat kebijakan insentif untuk instrumen lindung nilai guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti mengatakan, keputusan tersebut merupakan bagian dari bauran kebijakan moneter yang diarahkan untuk menjaga stabilitas perekonomian, termasuk nilai tukar rupiah dan inflasi.
"Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen," kata Destry di sela konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Baca Juga: Rupiah Sudah Melemah ke Rp17.966, Masih Efektifkah BI Rate 5,75 Persen?
Selain mempertahankan BI-Rate, BI menetapkan suku bunga lending facility sebesar 6,5% dan suku bunga deposit facility sebesar 5%. BI juga memperkuat kebijakan insentif untuk instrumen domestic non-deliverable forward (DNDF).
Instrumen ini merupakan salah satu sarana lindung nilai yang dapat digunakan pelaku pasar untuk mengelola risiko perubahan nilai tukar. Penguatan kebijakan tersebut diarahkan untuk mendukung stabilitas rupiah sekaligus mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing.
Destry menegaskan kebijakan moneter BI tetap konsisten dengan strategi stabilisasi nilai tukar rupiah. Langkah tersebut ditempuh di tengah tekanan eksternal yang semakin kuat serta upaya menjaga inflasi sesuai sasaran.
BI menargetkan inflasi berada pada kisaran 2,5% plus minus 1% pada 2026 dan 2027. Dengan demikian, rentang sasaran inflasi yang ditetapkan bank sentral adalah 1,5% hingga 3,5%.
BI akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal. Bank sentral juga membuka ruang untuk melakukan penyesuaian kebijakan apabila diperlukan demi menjaga stabilitas perekonomian.
"Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal, termasuk menempuh langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan guna menjaga konsistensi dalam menjaga stabilitas perekonomian," ujar Destry.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 6Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 7Prediksi Skor Como vs Man Utd 21 Oktober 2026: Setan Merah Terancam
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja
- 10Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Dua Tahun Pemerintahan, Ingatkan Pentingnya Kekompakan dan Kerja Nyata









