Akurat Logo

BI Rate Ditahan di 5,75 Persen di Tengah Tekanan Eksternal

Esha Tri Wahyuni | 21 Oktober 2026, 15:23 WIB
BI Rate Ditahan di 5,75 Persen di Tengah Tekanan Eksternal
BI mempertahankan suku bunga acuan 5,75% dan memperkuat instrumen lindung nilai untuk menjaga stabilitas rupiah serta inflasi.

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 5,75%. Di tengah tekanan eksternal yang meningkat, bank sentral juga memperkuat kebijakan insentif untuk instrumen lindung nilai guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti mengatakan, keputusan tersebut merupakan bagian dari bauran kebijakan moneter yang diarahkan untuk menjaga stabilitas perekonomian, termasuk nilai tukar rupiah dan inflasi.

"Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen," kata Destry di sela konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Baca Juga: Rupiah Sudah Melemah ke Rp17.966, Masih Efektifkah BI Rate 5,75 Persen?

Selain mempertahankan BI-Rate, BI menetapkan suku bunga lending facility sebesar 6,5% dan suku bunga deposit facility sebesar 5%. BI juga memperkuat kebijakan insentif untuk instrumen domestic non-deliverable forward (DNDF). 

Instrumen ini merupakan salah satu sarana lindung nilai yang dapat digunakan pelaku pasar untuk mengelola risiko perubahan nilai tukar. Penguatan kebijakan tersebut diarahkan untuk mendukung stabilitas rupiah sekaligus mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing.

Destry menegaskan kebijakan moneter BI tetap konsisten dengan strategi stabilisasi nilai tukar rupiah. Langkah tersebut ditempuh di tengah tekanan eksternal yang semakin kuat serta upaya menjaga inflasi sesuai sasaran.

BI menargetkan inflasi berada pada kisaran 2,5% plus minus 1% pada 2026 dan 2027. Dengan demikian, rentang sasaran inflasi yang ditetapkan bank sentral adalah 1,5% hingga 3,5%.

BI akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal. Bank sentral juga membuka ruang untuk melakukan penyesuaian kebijakan apabila diperlukan demi menjaga stabilitas perekonomian.

"Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal, termasuk menempuh langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan guna menjaga konsistensi dalam menjaga stabilitas perekonomian," ujar Destry.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.