Dulu Sering Ditalangi BUMN, Misbakhun: Pemerintah Kini Lebih Disiplin Bayar Subsidi PSO

AKURAT.CO Komisi XI DPR RI menegaskan pengawasan terhadap realisasi subsidi dan kompensasi pemerintah tidak hanya bertujuan menjaga ketepatan penggunaan anggaran negara, tetapi juga memastikan pelayanan publik tetap berjalan tanpa hambatan.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun mengatakan, salah satu fokus pengawasan parlemen adalah memastikan pembayaran subsidi kepada badan usaha penyelenggara Public Service Obligation (PSO) dilakukan tepat waktu.
"Kami di Komisi XI selalu menanyakan bagaimana realisasi belanjanya. Jangan sampai subsidi yang sudah dialokasikan justru membuat operator PSO menghadapi persoalan keuangan," kata Misbakhun dikutip dari YouTube CNBC Indonesia dalam acara Power Lunch, Jumat (7/8/22026).
Baca Juga: Ipsos Indonesia: Belanja Masyarakat Tak Turun, Cuma Lebih Selektif
Dirinya mengungkapkan pada masa lalu pembayaran subsidi dan kompensasi pemerintah kerap terlambat sehingga badan usaha milik negara harus mencari pendanaan sementara.
"Dulu pembayaran subsidi bisa menggantung sampai tiga atau empat bulan. Akibatnya BUMN harus meminjam ke bank untuk menutup kebutuhan operasional sebelum pembayaran dari pemerintah selesai," ujarnya.
Menurut Misbakhun, kondisi tersebut mulai diperbaiki melalui mekanisme baru yang mempercepat pencairan subsidi.
"Sekarang 90 persen subsidi dibayarkan pada bulan berikutnya, sedangkan kompensasi sekitar 70 persen juga mulai dicairkan lebih cepat sambil menunggu proses audit dan perhitungan akhir," katanya.
Misbakhun menilai percepatan pembayaran tersebut penting untuk menjaga kesehatan keuangan perusahaan pelaksana PSO sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh layanan publik.
Pengawasan Komisi XI juga mencakup berbagai program penugasan pemerintah, mulai dari subsidi energi, subsidi transportasi hingga dukungan permodalan melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
Misbakhun mencontohkan sektor transportasi memerlukan investasi berkelanjutan agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
"Misalnya PT KAI membutuhkan gerbong baru, baik untuk kereta komuter, LRT maupun sarana lainnya. Dukungan pemerintah diperlukan agar pelayanan kepada masyarakat terus meningkat," ujarnya.
Menurut Misbakhun, investasi tersebut tidak hanya berdampak pada layanan angkutan penumpang, tetapi juga memperkuat sistem logistik nasional yang berperan penting dalam aktivitas ekonomi.
Selain itu, Komisi XI juga mengawasi pelaksanaan berbagai program prioritas lain, termasuk anggaran pendidikan, pembayaran tunjangan guru, biaya operasional sekolah hingga penyaluran beasiswa.
"Kami memastikan anggaran pendidikan, bantuan sosial, hingga berbagai program prioritas benar-benar berjalan sesuai mandat konstitusi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," kata Misbakhun.
Misbakhun menilai kehadiran negara tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang dialokasikan, tetapi juga dari kemampuan pemerintah memastikan seluruh program tersebut berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








