Trump Segera Umumkan Bos The Fed, Pasar Global Siaga

AKURAT.CO Pasar keuangan global kini menahan napas setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengklaim telah mengerucutkan pilihan calon Gubernur Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) menjadi satu nama.
Sosok ini akan menggantikan Jerome Powell, yang masa jabatannya berakhir pada Mei mendatang.
“Saya bisa katakan kami sudah mengerucut ke tiga nama, lalu menjadi dua. Dan sekarang tinggal satu nama dalam pikiran saya,” ujar Trump dalam wawancara dengan CNBC Internasional di sela Forum Ekonomi Dunia di Davos.
Baca Juga: Inflasi Inti AS Melandai, Ruang The Fed Tahan Suku Bunga Kian Terbuka
Trump menyebut kandidat tersebut sebagai figur yang sangat dihormati dan terkenal. Namun hingga kini, ia masih enggan mengungkap identitasnya ke publik.
Bahkan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent sebelumnya mengatakan terdapat empat nama dalam daftar pendek, dan pengumuman resmi bisa dilakukan sebelum akhir bulan.
Ketidakpastian ini menjadi perhatian utama pelaku pasar, mengingat Trump dikenal mendorong kebijakan suku bunga rendah untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Selama masa jabatannya, Trump berulang kali melontarkan kritik keras kepada Powell karena dianggap terlalu lamban memangkas suku bunga.
Daftar kandidat yang beredar mencakup nama-nama dengan latar belakang kuat di kebijakan dan pasar keuangan, seperti Kevin Hassett, Rick Rieder, Christopher Waller, dan Kevin Warsh. Masing-masing membawa ekspektasi berbeda terhadap arah kebijakan moneter AS ke depan.
Pasar menilai, penunjukan gubernur The Fed yang lebih “dovish” berpotensi mendorong penurunan suku bunga lebih agresif. Hal ini bisa berdampak pada pergerakan dolar AS, arus modal global, serta pasar obligasi dan saham dunia, termasuk negara berkembang.
Baca Juga: Goldman Sachs: The Fed Berpotensi Pangkas Suku Bunga Dua Kali di 2026
Di sisi lain, ketegangan hukum antara Trump dan Powell menambah lapisan ketidakpastian. Powell membantah adanya penyelidikan kriminal atas renovasi gedung The Fed dan menilai isu tersebut sebagai bentuk tekanan politik.
Trump juga tengah berupaya mencopot Deputi Gubernur The Fed Lisa Cook terkait tuduhan penipuan kredit pemilikan rumah, yang hingga kini masih dalam proses hukum. Mahkamah Agung AS telah mendengarkan argumen dalam kasus tersebut, namun belum memberikan putusan.
Bagi pelaku pasar, arah kebijakan The Fed pasca-Powell akan sangat ditentukan oleh sejauh mana gubernur baru mampu menjaga keseimbangan antara tekanan politik dan mandat stabilitas harga serta lapangan kerja.
Klaim Trump bahwa 'Sudah dapat satu nama' membuat spekulasi pasar kian menguat, sembari menunggu pengumuman resmi dari Gedung Putih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 720 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja








