BI Upgrade Outlook Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Jadi 4,7-5,5 Persen, Kuartal IV Menguat
Hefriday | 19 November 2025, 16:47 WIB

AKURAT.CO Bank Indonesia atau BI meningkatkan outlook pertumbuhan ekonomi tahun 2025 ke kisaran 4,7-5,5%, dari sebelumnya 4,6-5,4% menyusul ekspektasi perbaikan di kuartal IV-2025.
Gubernur BI, Perry Warjiyo memperkirakan perekonomian nasional akan mencatat pertumbuhan lebih tinggi pada kuartal IV-2025. Kenaikan tersebut salah satunya ditopang oleh stimulus fiskal pemerintah melalui pelaksanaan proyek prioritas serta implementasi paket kebijakan ekonomi tahun 2025.
Gubernur BI, Perry Warjiyo menyampaikan, berbagai langkah kebijakan fiskal itu akan selaras dengan bauran kebijakan Bank Indonesia yang tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan tanpa mengabaikan aspek stabilitas.
“Kami memastikan kebijakan moneter dan makroprudensial tetap akomodatif namun tetap berhati-hati,” ujarnya dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Jakarta, Rabu (19/11/2025).
Menurut Perry, konsumsi rumah tangga diperkirakan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan pada akhir tahun. Ekspektasi peningkatan pendapatan, khususnya pada kelompok masyarakat menengah ke bawah, dinilai akan memperkuat belanja masyarakat.
Kenaikan ekspektasi itu sejalan dengan tambahan bantuan sosial pemerintah serta meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru. Aktivitas masyarakat yang kian menggeliat dipandang sebagai katalis pertumbuhan konsumsi.
Selain konsumsi, sektor investasi terutama investasi non-bangunan diproyeksikan menunjukkan kinerja lebih kuat. Perry menuturkan, hal tersebut tercermin dari Prompt Manufacturing Index (PMI) yang tetap berada pada zona ekspansif, menandakan kegiatan industri masih menggeliat.
Dengan berbagai perkembangan tersebut, BI memprakirakan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2025 akan berada pada kisaran 4,7% hingga 5,5%.
Momentum perbaikan itu diprediksi terus berlanjut hingga 2026, seiring peningkatan kapasitas produksi dan permintaan domestik.
BI menegaskan bahwa kinerja ekonomi Indonesia sejauh ini tetap solid. Namun, peningkatan produktivitas dan optimalisasi kapasitas perekonomian dinilai perlu terus didorong guna menjaga keberlanjutan pertumbuhan.
Pada kuartal III- 2025, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,04% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kinerja ekspor yang stabil serta belanja pemerintah yang meningkat melalui percepatan realisasi anggaran.
Meski demikian, Perry mengingatkan bahwa konsumsi rumah tangga dan investasi perlu terus dijaga agar mampu memperkuat fondasi permintaan domestik. Keduanya menjadi faktor penting untuk memastikan ketahanan ekonomi di tengah dinamika global.
Dari sisi sektoral, sebagian besar lapangan usaha utama menunjukkan pertumbuhan positif. Sektor industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta informasi dan komunikasi menjadi kontributor signifikan dalam menjaga laju ekspansi ekonomi.
Secara wilayah, pertumbuhan tertinggi tercatat di Jawa serta kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua. Kinerja ekonomi di wilayah tersebut dinilai solid berkat aktivitas industri dan pertambangan yang terus berkembang.
“Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran. Sinergi dengan kebijakan fiskal serta sektor riil pemerintah tetap menjadi fokus agar pertumbuhan ekonomi dapat meningkat tanpa mengorbankan stabilitas,” kata Perry.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 7KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 8Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon








