Serap 1,3 Tenaga Kerja, MBG Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi
Hefriday | 16 Oktober 2025, 18:00 WIB

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja bagi jutaan orang di berbagai sektor.
Airlangga menyebut, pelaksanaan program MBG diproyeksikan dapat menyerap hingga 1,3 juta tenaga kerja baru, yang berarti memberikan efek pengganda (multiplier effect) terhadap aktivitas ekonomi di tingkat daerah maupun nasional.
“Pemerintah terus mendorong target pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen. Salah satu program unggulan yang menjadi motor penggerak adalah Makan Bergizi Gratis, yang diperkirakan mempekerjakan 1,3 juta orang,” ujar Airlangga dalam forum bertajuk “1 Tahun Prabowo–Gibran: Optimism on 8% Economic Growth” di JS Luwansa Hotel & Convention Center, Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan, berdasarkan hitungan ekonomi makro, setiap pertumbuhan ekonomi satu persen dapat menyerap sekitar 400 ribu tenaga kerja.
Dengan demikian, kontribusi program MBG terhadap penciptaan lapangan kerja sebesar 1,3 juta orang dinilai setara dengan tambahan pertumbuhan ekonomi tiga persen.
“Dalam rule of thumb, setiap satu persen pertumbuhan ekonomi mampu menyerap 400 ribu tenaga kerja. Jadi, jika program ini bisa menciptakan 1,3 juta lapangan kerja, maka efeknya bisa mencapai tiga persen pertumbuhan,” jelasnya.
Program MBG sendiri dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak sekolah, tetapi juga untuk memperkuat rantai pasok pangan nasional.
Melalui program ini, pemerintah berupaya memberdayakan petani, nelayan, pelaku UMKM, dan industri pangan lokal.
Dengan demikian, dampak ekonomi dari program tersebut akan dirasakan secara luas, mulai dari peningkatan permintaan bahan pangan, produksi olahan makanan, hingga distribusi dan logistik di berbagai daerah.
Airlangga menegaskan, pelibatan sektor UMKM dan koperasi menjadi salah satu elemen penting dalam program MBG.
Pemerintah akan memastikan bahan makanan yang digunakan dalam program ini berasal dari produk dalam negeri, terutama hasil pertanian dan peternakan rakyat.
“Kita ingin program ini bukan hanya soal makan bergizi, tapi juga menggerakkan ekonomi desa. Petani, peternak, hingga pelaku UMKM akan ikut merasakan manfaatnya,” katanya.
Selain program MBG, Airlangga juga menyoroti Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) sebagai inisiatif lain yang berpotensi besar menggerakkan perekonomian rakyat.
Pemerintah menargetkan pembentukan hingga 80 ribu koperasi desa di seluruh Indonesia.
Koperasi tersebut akan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat desa, mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran produk lokal.
Menurut Airlangga, sinergi antara program MBG dan Kopdes Merah Putih akan membentuk ekosistem ekonomi rakyat yang berkelanjutan.
Dengan dua program unggulan tersebut, Airlangga optimistis perekonomian nasional akan semakin inklusif dan berdaya tahan.
MBG akan memperkuat permintaan domestik melalui penyediaan makanan bergizi, sedangkan Kopdes Merah Putih akan memperkuat sisi suplai dan produktivitas masyarakat di desa.
“Kami berharap kedua program ini menjadi ekosistem baru yang mendorong roda perekonomian nasional. Ini bukan hanya program sosial, tapi juga strategi ekonomi yang konkret,” tegas Airlangga.
Pemerintah saat ini menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen pada periode 2025–2026.
Untuk mewujudkan target ambisius tersebut, Airlangga mengatakan pemerintah tengah menyiapkan sejumlah kebijakan berbasis inklusivitas ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan produktivitas sektor riil.
MBG dan Kopdes Merah Putih menjadi bagian dari strategi besar tersebut, bersama dengan program hilirisasi industri, digitalisasi ekonomi, dan reformasi birokrasi di bidang investasi.
Airlangga menambahkan, program-program ekonomi berbasis masyarakat ini juga dirancang untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Dengan memperkuat konsumsi dalam negeri dan produksi lokal, Indonesia diharapkan mampu menjaga stabilitas pertumbuhan jangka panjang.
“Kunci dari pertumbuhan berkelanjutan adalah keseimbangan antara konsumsi, investasi, dan produksi. Program MBG membantu menjaga keseimbangan itu melalui dampak langsung ke ekonomi rumah tangga dan desa,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Airlangga menegaskan pentingnya dukungan pemerintah daerah. Kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah akan menjadi faktor penentu keberhasilan implementasi program di lapangan.
Dirinya juga menekankan bahwa transparansi, efektivitas distribusi, dan pengawasan menjadi aspek penting agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat secara merata.
Menutup keterangannya, Airlangga menyampaikan optimisme pemerintah terhadap arah ekonomi nasional di tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dirinya yakin, dengan dukungan berbagai program strategis, Indonesia dapat mencapai pertumbuhan tinggi yang inklusif dan merata.
“Kami optimistis, dengan program-program seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih, pertumbuhan ekonomi delapan persen bukan hal yang mustahil,” tukas Airlangga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









