Apa Itu Resesi Ekonomi? Pengertian, Dampak, dan Ciri-Cirinya

AKURAT.CO Istilah resesi ekonomi sering membuat masyarakat khawatir. Kondisi ini biasanya dikaitkan dengan naiknya pengangguran, turunnya daya beli, hingga harga kebutuhan pokok yang melambung. Namun, apa sebenarnya arti resesi? Mengapa bisa terjadi, dan apa saja dampaknya bagi kehidupan sehari-hari?
Artikel ini akan membahas secara lengkap pengertian resesi ekonomi, penyebab, dampak, serta ciri-cirinya. Dengan memahami resesi, kita bisa lebih siap menghadapi ketidakpastian ekonomi dan mengetahui langkah apa yang bisa dilakukan oleh individu maupun pemerintah untuk pemulihan.
Pengertian Resesi Ekonomi
Secara sederhana, resesi ekonomi adalah kondisi ketika aktivitas perekonomian suatu negara melemah dalam jangka waktu tertentu. Umumnya, resesi ditandai dengan pertumbuhan ekonomi (PDB) yang negatif selama dua kuartal berturut-turut.
Resesi tidak hanya sekadar angka statistik. Kondisi ini menggambarkan menurunnya aktivitas bisnis, melemahnya konsumsi masyarakat, hingga meningkatnya pengangguran. Penyebabnya beragam, mulai dari krisis keuangan global, inflasi tinggi, hingga bencana besar yang mengganggu rantai pasok.
Contoh nyata: tahun 2020, pandemi COVID-19 membuat banyak negara masuk ke jurang resesi. Aktivitas ekonomi berhenti, pariwisata lumpuh, dan jutaan orang kehilangan pekerjaan.
Apa yang Dimaksud dengan Resesi Ekonomi?
Secara makro, resesi ekonomi adalah tanda bahwa sistem ekonomi suatu negara sedang menyusut. Hal ini terlihat dari beberapa indikator, seperti:
-
Pertumbuhan ekonomi negatif dalam dua kuartal berturut-turut.
-
Penurunan investasi di berbagai sektor.
-
Turunnya konsumsi masyarakat secara signifikan.
Dengan kata lain, resesi adalah “alarm bahaya” yang menunjukkan melemahnya ekonomi sebuah negara dan perlunya kebijakan pemulihan.
Dampak Resesi Ekonomi: Resesi Menyebabkan Apa?
Resesi membawa efek domino yang luas, baik bagi individu, perusahaan, maupun negara. Beberapa dampak yang paling sering terjadi antara lain:
-
Meningkatnya pengangguran
Banyak perusahaan melakukan PHK karena beban operasional semakin berat. -
Turunnya daya beli masyarakat
Harga barang naik, sementara pendapatan menurun. -
Menurunnya investasi
Investor menahan modal karena pasar tidak stabil. -
Risiko kredit macet meningkat
Banyak individu maupun bisnis kesulitan membayar pinjaman. -
Ketidakpastian ekonomi
Masyarakat lebih berhati-hati dalam pengeluaran, membuat roda ekonomi melambat.
Contoh: krisis keuangan global 2008 yang bermula di Amerika Serikat membuat bank-bank besar kolaps, lalu menyebar dampaknya ke seluruh dunia.
Ciri-Ciri Resesi Ekonomi yang Perlu Dikenali
Resesi bisa dikenali lewat beberapa tanda yang sering muncul di masyarakat maupun dunia usaha, di antaranya:
-
Pertumbuhan ekonomi negatif dalam periode berulang.
-
Pengangguran meningkat karena banyak pekerja terkena PHK.
-
Konsumsi rumah tangga turun padahal biasanya menjadi penopang ekonomi.
-
Produksi industri berkurang akibat rendahnya permintaan barang dan jasa.
-
Nilai investasi melemah karena pelaku usaha menahan ekspansi.
-
Pasar keuangan bergejolak, ditandai dengan turunnya harga saham dan obligasi.
Kesimpulan
Resesi ekonomi adalah kondisi ketika perekonomian sebuah negara melemah, ditandai dengan penurunan PDB, meningkatnya pengangguran, dan turunnya daya beli masyarakat. Dampaknya terasa luas, mulai dari individu, bisnis, hingga negara.
Dengan memahami pengertian, penyebab, dan ciri-ciri resesi, kita bisa lebih siap menghadapinya. Peran aktif pemerintah dengan kebijakan fiskal dan moneter, serta kesadaran masyarakat dalam mengelola keuangan, sangat penting untuk mempercepat pemulihan ekonomi.
Baca Juga: Rojali dan Rohana Jadi Alarm Resesi, Pemerintah Harus Tanggap ke Kelas Menengah
Baca Juga: Singapura Hindari Resesi Meski Ancaman Perlambatan Masih Membayangi
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan resesi ekonomi?
Resesi ekonomi adalah kondisi ketika perekonomian suatu negara mengalami penurunan signifikan, biasanya ditandai dengan pertumbuhan PDB negatif selama dua kuartal berturut-turut.
2. Apa penyebab utama resesi ekonomi?
Penyebab resesi bisa beragam, antara lain krisis keuangan global, inflasi tinggi, menurunnya konsumsi masyarakat, bencana besar, atau terganggunya rantai pasok.
3. Apa dampak resesi terhadap masyarakat?
Resesi dapat meningkatkan angka pengangguran, menurunkan daya beli, memicu kenaikan harga barang, serta membuat banyak individu dan bisnis kesulitan membayar utang.
4. Bagaimana ciri-ciri resesi ekonomi yang bisa dikenali?
Ciri-ciri resesi antara lain pertumbuhan ekonomi negatif, meningkatnya pengangguran, konsumsi rumah tangga menurun, produksi industri berkurang, investasi lesu, dan pasar keuangan bergejolak.
5. Apa contoh kasus resesi yang pernah terjadi?
Contoh nyata adalah resesi global tahun 2020 akibat pandemi COVID-19, ketika aktivitas ekonomi terhenti dan banyak negara mengalami penurunan PDB.
6. Apa yang bisa dilakukan masyarakat saat resesi?
Masyarakat dapat lebih bijak mengelola keuangan, mengurangi utang konsumtif, menambah keterampilan, dan mencari peluang usaha alternatif untuk bertahan.
Laporan: Marshal Halim/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini






