Impor Barang Modal Naik 20,56 Persen, BPS: ada Sinyal Perluasan Industri

AKURAT.CO Di tengah pertumbuhan ekspor, impor Indonesia juga menunjukkan peningkatan. Sepanjang Januari–Juli 2025, nilai impor tercatat USD136,51 miliar atau naik 3,41% dibanding tahun lalu.
Kenaikan terbesar terjadi pada impor barang modal yang mencapai USD27,38 miliar atau tumbuh 20,56%.
Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini menegaskan bahwa kondisi ini dinilai sebagai sinyal meningkatnya aktivitas produksi dalam negeri.
Baca Juga: Menteri Ara Tekankan Pentingnya Data BPS untuk Program 3 Juta Rumah
“Peningkatan impor barang modal mengindikasikan adanya kebutuhan industri untuk memperluas kapasitas produksi,” ucapnya pada saat Zoom bersama media di Jakarta, Senin (1/9/2025).
Lebih lanjut Pudji menjelaskan bahwa China menjadi negara asal impor terbesar dengan nilai USD47,67 miliar.
"Produk impor dari China didominasi mesin dan peralatan mekanis, mesin elektrik, serta kendaraan dan bagiannya. Jepang dan Amerika Serikat menyusul di posisi kedua dan ketiga," paparnya kembali.
Baca Juga: BPS Tegaskan Keterbukaan Data Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2025 di Hadapan Bappenas
Meski demikian, tambahnya, tren penurunan impor migas sebesar 14,79% menjadi USD18,38 miliar turut menahan laju peningkatan total impor.
"Tentunya, kondisi ini dinilai positif bagi neraca perdagangan, karena memberi ruang lebih luas bagi surplus," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









