Cukai MBDK dan Plastik Masih Dalam Pembahasan Pemerintah dan Komisi XI
Hefriday | 23 Agustus 2025, 14:18 WIB

AKURAT.CO Pemerintah bersama Komisi XI DPR RI akan melakukan pembahasan lanjutan mengenai pengenaan cukai pada produk baru seperti minuman berpemanis (MBDK).
Menurut Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, kebijakan ini belum final, meski pemerintah sudah menyampaikan komitmen dalam rapat kerja.
Misbakhun, menyebut pemerintah tengah berhati-hati dalam merumuskan tarif cukai baru agar tidak menekan sektor industri maupun pertumbuhan ekonomi nasional.
“Pemerintah berusaha menyesuaikan tarif agar tidak menekan sektor riil. Itu yang tadi ditekankan dalam rapat,” ujarnya di Jakarta, Jumat (23/8/2025).
Menurutnya, pembahasan tarif cukai MBDK masih dalam tahap konsultasi. DPR dan pemerintah akan menentukan ambang batas kadar gula yang dikenakan cukai, sehingga kebijakan tidak bersifat memberatkan konsumen.
“Kita semua tahu gula itu kebutuhan dasar. Yang dikenakan cukai adalah kelebihannya, bukan nol persen. Jadi harus ada threshold yang adil,” jelas Misbakhun.
Selain MBDK, wacana pengenaan cukai plastik juga kembali mengemuka. Namun, Misbakhun menegaskan pembahasan soal plastik belum masuk dalam agenda detail karena prioritas masih difokuskan pada MBDK.
Ia menambahkan, kebijakan cukai ini bukan semata untuk meningkatkan penerimaan negara, melainkan juga melindungi kesehatan publik.
“Diabetes sudah menjadi masalah serius. Melalui cukai, kita ingin ada partisipasi bersama untuk menanggung biaya penanggulangan dampak kesehatan,” ujarnya.
Sementara itu, kalangan industri diminta memberikan masukan sebelum tarif resmi ditetapkan. DPR berencana mengundang sektor usaha dan ahli kesehatan untuk memastikan regulasi berjalan seimbang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia








