AKURAT.CO Ketua DPR RI, Puan Maharani menegaskan pentingnya kemandirian pangan sebagai salah satu pilar menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD, di Jakarta, Jumat (15/8/2025), dirinya mengingatkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan pertanian, melainkan juga bagian dari strategi mempertahankan kedaulatan nasional.
Puan menilai, kemandirian pangan akan mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor, sehingga lebih tahan terhadap guncangan ekonomi global.
Baca Juga: Puan Singgung Fenomena One Piece dan Indonesia Gelap: Kritik Tak Boleh Jadi Perpecahan
"Kemandirian ini harus dibangun melalui modernisasi pertanian, peningkatan produktivitas petani, dan penguatan rantai pasok pangan lokal," ujarnya.
“Pangan adalah pondasi kedaulatan. Negara yang mampu memberi makan rakyatnya dengan hasil sendiri akan lebih kuat menghadapi krisis,” tambahnya.
Puan juga menambahkan, kebijakan pemerintah harus berpihak pada petani melalui penetapan harga yang layak, penyediaan akses pembiayaan, dan pemanfaatan teknologi modern.
Puan mencontohkan keberhasilan kebijakan pembelian gabah petani sebagai salah satu langkah tepat.
Selain itu, ia menilai perlunya dukungan terhadap inovasi pangan lokal agar konsumsi masyarakat lebih beragam dan tidak bergantung pada komoditas tertentu.
"Diversifikasi pangan akan memperkuat ketahanan nasional sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru," ucapnya.
Baca Juga: Puan: Demokrasi Lahir dari Keputusan Bersama, Bukan dari Para Elite
Puan mengajak semua pihak, termasuk sektor swasta, untuk terlibat aktif dalam membangun ekosistem pangan yang berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan sektor pangan akan menjadi penentu utama dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









