Akurat

Tren Positif, Angka Kemiskinan RI Turun Jadi 8,47 persen per Maret 2025

Demi Ermansyah | 25 Juli 2025, 09:41 WIB
Tren Positif, Angka Kemiskinan RI Turun Jadi 8,47 persen per Maret 2025

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia per Maret 2025 mencapai 23,85 juta orang, atau 8,47% dari total populasi.

Capaian ini menunjukkan penurunan sebesar 200.000 orang dibandingkan dengan September 2024, sekaligus mempertegas tren positif yang konsisten dalam pengentasan kemiskinan sejak masa pascapandemi COVID-19.

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers, Jumat (25/7/2025), menjelaskan bahwa penurunan ini merupakan bagian dari tren jangka menengah yang menunjukkan kemajuan signifikan.

Baca Juga: Beda Garis Kemiskinan RI Versi BPS dan Bank Dunia, Mana Yang Benar?

“Sebagai perbandingan, pada September 2020 angka kemiskinan berada di 10,19 persen, dan kini sudah turun ke level 8,47 persen,” kata Ateng.

Tren penurunan ini juga tercermin dalam data per semester sejak 2021. Setelah mencapai puncaknya pada masa pandemi, angka kemiskinan berangsur menurun tiap periode, Maret 2021 (10,14%), September 2021 (9,71%), Maret 2022 (9,54%), hingga akhirnya turun di bawah 9% pada 2024 dan terus berlanjut ke 2025.

Penurunan ini, lanjut Ateng, terjadi seiring dengan membaiknya aktivitas ekonomi masyarakat, pemulihan lapangan kerja, serta meningkatnya efektivitas program bantuan sosial. Pemerintah juga terus menggencarkan berbagai intervensi berbasis data untuk meningkatkan kesejahteraan rumah tangga miskin.

“Susenas (survei sosial ekonomi nasional) Maret 2025 menjadi penting karena diambil sebelum Ramadan, sehingga lebih representatif dalam merekam pola konsumsi aktual rumah tangga,” ujar Ateng.

Susenas ini melibatkan 345.000 rumah tangga yang tersebar di seluruh 514 kabupaten/kota di 38 provinsi. Selain mengukur angka kemiskinan, Susenas juga menyediakan indikator penting lainnya seperti gini ratio dan indeks modal manusia keduanya bagian dari indikator utama RPJP 2025–2029.

Baca Juga: BPS: Curah Hujan Tinggi Ancam Produktivitas Petani

"Diharapkan dengan adanya penurunan angka kemiskinan yang konsisten, dapat mampu mempercepat target pengentasan kemiskinan ekstrem pada 2026 mendatang, tentunya sejalan dengan arahan pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah atas sebelum 2030," ucapnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.