Akurat

Airlangga Tegaskan Komitmen RI Capai SDGs Lewat Ekonomi Hijau dan Digital

Camelia Rosa | 25 Mei 2025, 22:15 WIB
Airlangga Tegaskan Komitmen RI Capai SDGs Lewat Ekonomi Hijau dan Digital

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan komitmen Indonesia terhadap agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/ SDGs) 2030.

Ia menyebutkan, hingga tahun 2024, Indonesia telah mencapai sekitar 62% dari target SDGs, yang mencerminkan kemajuan signifikan di berbagai bidang seperti penanggulangan kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan.

Oleh karena itu, Airlangga mengajak para komunitas bisnis, baik domestik maupun internasional, untuk berinvestasi dalam infrastruktur berkelanjutan yang sejalan dengan komitmen SDGs Indonesia.

Berkolaborasi dalam inisiatif ekonomi hijau, termasuk proyek energi terbarukan dan ekonomi sirkular, mendukung transformasi digital dengan berinvestasi dalam infrastruktur dan layanan digital.

Baca Juga: Dorong Penguatan Hubungan Ekonomi ASEAN, Menko Airlangga Wakili Presiden di CEO Forum Thailand

Terlibat dalam industri hilir untuk meningkatkan nilai tambah dan ketahanan industri, serta berpartisipasi dalam program perlindungan sosial untuk memastikan pertumbuhan inklusif dan keberlanjutan.

"Mari bersama-sama, kita membangun lingkungan bisnis yang lebih baik dan dunia yang lebih baik untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia," jelas Airlangga saat hadir secara virtual dalam acara The Tri Hita Karana Inaugural Global Business Summit on Belt and Road Infrastructure Investment for Better Business, Better World, and Sustainable Development Goals, Minggu (25/5/2025).

Dalam kesempatan yang sama, Airlangga mengungkapkan bahwa, dalam rangka mengakselerasi pencapaian SDG's

Pemerintah terus berupaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, inklusif, dan ramah lingkungan, salah satunya dengan transformasi ekonomi hijau.

"Transformasi ekonomi hijau Indonesia menekankan ekonomi rendah karbon dan sirkular, ekonomi biru, serta transisi energi. Upaya ini diproyeksikan akan berkontribusi pada pertumbuhan PDB rata-rata 6,1% sampai 6,5% per tahun hingga tahun 2050. Presiden Prabowo juga menargetkan dalam tiga tahun ini kita dapat mencapai pertumbuhan ekonomi 8%, dan kita menargetkan untuk menciptakan 1,8 juta lapangan kerja hijau pada tahun 2030," tuturnya.

Baca Juga: Menko Airlangga Dorong Kerja Sama Ekonomi RI-Thailand di CEO Forum Bangkok

Airlangga menambahkan, Indonesia juga berkomitmen untuk mencapai net zero emissions pada tahun 2060

Dalam rangka mendukung hal tersebut, Pemerintah berencana membangun kapasitas energi terbarukan sebesar 75 gigawatt dalam 15 tahun ke depan, termasuk tenaga surya, hidro, panas bumi, dan nuklir, serta berupaya mengatasi kendala keuangan, regulasi, dan komunitas untuk mempercepat transisi energi.

"Indonesia tengah mempercepat proses hilirisasi komoditas utama untuk meningkatkan nilai tambah dalam rantai pasokan ini dan menciptakan daya saing industri. Contohnya, industri nikel yang tengah dikembangkan untuk mendukung ekosistem electric vehicle, serta meningkatkan produksi baja tahan karat,” tutur Airlangga.

Airlangga juga mengatakan bahwa ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai USD146 miliar pada tahun 2025, yang didorong oleh pertumbuhan pesat dalam artificial intelligence, fintech, dan infrastruktur digital.

E-commerce terus mendominasi, dengan nilai barang dagangan kotor sebesar USD90 miliar pada tahun 2024 (berdasarkan laporan Google, Temasek, dan Bain & Company).

"Selain itu, Pemerintah terus mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program KUR. Pada tahun 2025 Pemerintah menetapkan target Rp300 triliun untuk penyaluran KUR, mencerminkan tingginya permintaan pembiayaan terjangkau di sektor tersebut," tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.