Akurat

DKHH Resmi IPO, Tegaskan Komitmen Sosial di Layanan Kesehatan Terjangkau

Hefriday | 8 Mei 2025, 14:25 WIB
DKHH Resmi IPO, Tegaskan Komitmen Sosial di Layanan Kesehatan Terjangkau

AKURAT.CO PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH), penyelenggara layanan kesehatan berbasis rumah sakit swasta, resmi memulai langkah besar dalam transformasi bisnisnya melalui penawaran umum perdana saham (IPO). Namun di balik langkah korporasi ini, terdapat nilai-nilai sosial dan kemanusiaan yang telah lama mengakar sejak pendiriannya.

Didirikan pada 17 September 2014, DKHH bukan sekadar entitas bisnis, melainkan bagian dari misi kemanusiaan yang diwariskan oleh pasangan Karlinah Djajaatmadja dan Umar Wirahadikusumah, Wakil Presiden RI ke-4.

Sosok Karlinah yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan dianugerahi Satya Lencana Kebaktian Sosial pada 1982 menjadi ruh dari arah pelayanan DKHH, terutama dalam menjangkau masyarakat kurang mampu lewat akses kesehatan berbasis BPJS.

Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat, Saham Pendatang Baru DKHH Langsung Tembus ARA

DKHH kini mengelola rumah sakit tipe C yang tersebar di Kedungwaringin, Sukatani, dan Cibadak. Semua rumah sakit tersebut didesain untuk memberikan layanan yang inklusif dan terjangkau. Fokus terhadap pasien peserta BPJS bukan semata strategi bisnis, tapi lebih sebagai bentuk pengejawantahan amanat sosial pendirinya.

Langkah IPO yang diambil DKHH pada tahun ini tidak hanya bertujuan memperkuat struktur permodalan perusahaan. Melainkan menjadi medium untuk membawa misi sosial tersebut ke tahap yang lebih luas.

Sebanyak 530 juta saham atau 20,78% dari modal ditempatkan dan disetor penuh ditawarkan kepada publik, dengan harga Rp132 per saham, sehingga total dana yang dihimpun mencapai hampir Rp70 miliar.

Selain itu, DKHH juga menyertakan Waran Seri I sebagai bentuk insentif kepada investor. Setiap dua saham baru yang dibeli, investor berhak memperoleh satu waran gratis yang bisa dikonversi menjadi saham dengan harga pelaksanaan Rp155. Total potensi dana dari waran ini mencapai Rp41 miliar.

Baca Juga: Saham ANTM Berpeluang Lanjutkan Reli

Dana hasil IPO akan difokuskan untuk memperluas dan memperkuat layanan kesehatan di daerah. Sekitar Rp40 miliar dialokasikan untuk membangun gedung baru di kompleks RS DKH Cibadak.

Fasilitas ini nantinya akan dilengkapi alat kesehatan modern seperti CT-Scan dan perangkat medis lain senilai Rp3,6 miliar, yang rencananya akan digunakan sepenuhnya pada kuartal IV 2025.

Tidak berhenti di sana, sekitar Rp612 juta akan digunakan untuk renovasi fasilitas rumah sakit yang ada, sementara sisanya digunakan untuk kebutuhan modal kerja, termasuk pengadaan obat dan penguatan identitas merek DKHH.

Direktur Utama DKHH, Satria Muhammad Wilis, menegaskan bahwa IPO ini bukan semata langkah korporasi biasa, tetapi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

“Pencatatan saham ini bukan garis akhir, melainkan awal baru untuk memperluas pengabdian kami terhadap masyarakat, terutama di wilayah yang masih minim akses kesehatan,” ujar Satria saat ditemui dalam acara peresmian DKHH, di BEI, Kamis (8/5/2025).

Satria menambahkan bahwa pihaknya juga berencana membangun “Centre of Excellence” di beberapa wilayah untuk memperkenalkan layanan spesialistik. Dengan demikian, masyarakat yang selama ini harus ke kota besar untuk mendapatkan perawatan tertentu tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh.

Langkah DKHH menuju pasar modal memperlihatkan bahwa bisnis dan nilai sosial dapat berjalan beriringan. Di tengah transformasi teknologi dan disrupsi model bisnis di sektor kesehatan, DKHH menunjukkan bahwa keberlanjutan nilai kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi