10 Negara Paling Banyak Investasi di RI, Ada China hingga Amerika
Camelia Rosa | 30 April 2025, 14:33 WIB

AKURAT.CO Kementerian Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi asing langsung (Foreign Direction investmen/FDI) atau Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia sepanjang kuartal I-2025 sebesar Rp230,4 triliun atau 49,5% dari total investasi.
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani mengungkapkan realisasi PMA ini paling banyak berasal dari Singapura USD4,6 miliar melalui 17.060 proyek di berbagai sektor.
Posisi kedua adalah Hongkong USD2,2 miliar melalui 4.894 proyek dan ketiga ada China sebesar USD1,8 miliar dengan 13.788 proyek. Kemudian, posisi keempat ditempati Malaysia USD1 miliar dengan 3.241 proyek dan kelima Jepang USD1 miliar dengan 6.684 proyek.
Baca Juga: Anies Beberkan 3 Jurus Genjot PMA
Menurut Rosan, Jepang sangat aktif berinvestasi di Indonesia. Sebagai contoh, saat PM Jepang mengunjungi Indonesia untuk menyatakan komitmen investasi di bidang energi baru terbarukan senilai hampir USD900 juta.
"Dan kita harapkan, ini sudah saya dapat laporan dan ini juga akan segera berjalan realisasi investasinya," tutur Rosan dalam acara Konferensi Pers Capaian Realisasi Investasi Kuartal I Tahun 2025 di Kantor Kementerian Investasi, Jakarta, Selasa (29/4/2025).
Selanjutnya di posisi keenam ada Amerika Serikat dengan nilai investasi sebesar USD802,16 juta melalui 2.652 proyek, disusul oleh Korea Selatan yang menanamkan USD683,29 juta di 5.711 proyek. Lalu Belanda mencatatkan investasi sebesar USD403,87 juta, sementara Kepulauan Virgin Inggris sebesar USD173,69 juta dan Inggris USD149,66 juta.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, realisasi investasi RI hingga kuartal I-2025 mencapai Rp465,2 triliun atau 24,4% dari target 2025. "Ini sangat sesuai dengan harapan kami, dan yang paling penting memang ini peningkatannya adalah 15,9% yoy atau dari tahun sebelumnya," jelas Rosan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










