Akurat Logo

BI Kirim Sinyal Penurunan Suku Bunga

Camelia Rosa | 24 April 2025, 22:10 WIB
BI Kirim Sinyal Penurunan Suku Bunga

AKURAT.CO Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo memberikan sinyal untuk menurunkan suku bunga acuan ke depan. Adapun saat ini suku bunga acuan berada pada level 5,75%. 

"Ke depan, Bank Indonesia terus mencermati ruang penurunan BI Rate lebih lanjut dengan mempertimbangkan stabilitas nilai tukar rupiah, prospek inflasi dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan," jelasnya dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Kamis (24/2/2025). 
 
Perry menuturkan, saat ini pihaknya terus memperkuat strategi stabilisasi nilai tukar rupiah yang sesuai dengan fundamental, terutama melalui intervensi transaksi non-deliverable forward di pasar luar negeri, off shore NDF, serta transaksi spot dan domestik NDF di pasar domestik.
 
 
"Seperti tadi dikemukakan, Bank Indonesia sejak tanggal 7 April 2025 melakukan intervensi di pasar offshore NDF secara berkesinambungan di pasar Asia, Eropa, dan New York, guna memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari tingginya tekanan global," urainya.
 
Respons kebijakan ini, lanjut Perry, memberikan hasil positif yang tercermin dari perkembangan rupiah, yang terkendali stabil dan bahkan cenderung menguat.
 
Dalam kesempatan ini, Perry juga mengaku optimis bahwa stabilitas eksternal ekonomi Indonesia cukup kuat dalam menghadapi gejolak global, terutama pasca kebijakan Tarif Amerika Serikat (AS).
 
Terdapat tiga indikator yang mendasari optimisme BI terhadap ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.
 
Pertama, defisit transaksi berjalan yang diperkirakan 0,5-1,3% dari PDB (Produk Domestik Bruto), tergolong rendah. 
 
Kedua, BI optimis defisit transaksi berjalan secara keseluruhan dapat dipenuhi dari surplus transaksi modal dan finansial, baik dari portofolio inflow, penanaman modal asing, maupun sumber-sumber aliran dana asing.
 
Hal ini juga termasuk dampak positif dari kebijakan pemerintah terkait Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA).
 
"Jadi, defisit transaksi berjalan kami meyakini dapat dipenuhi dari surplus transaksi modal dan finansial, sehingga secara keseluruhan neraca pembayaran akan surplus," tutur Perry.
 
 
Ketiga, berdasarkan asesmen yang telah dilakukan BI, stabilitas eksternal ekonomi Indonesia dinilai cukup kuat karena jumlah cadangan divisa yang juga tinggi.

Sampai akhir Maret 2025, tercatat cadangan devisa Indonesia sebesar USD157,1 miliar atau setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor ditambah pembayaran utang luar negeri pemerintah.
 
Sehingga, dengan jumlah cadangan divisa yang tinggi dan jauh di atas standar kecukupan internasional atau setara 3 bulan impor. 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.