China dan Vietnam Pererat Kerja Sama di Tengah Tarif Trump
Demi Ermansyah | 15 April 2025, 14:44 WIB

AKURAT.CO Presiden China, Xi Jinping menyerukan penguatan kerja sama strategis dengan Vietnam guna menghadapi tantangan proteksionisme dan menjaga stabilitas rantai pasok global.
Xi menegaskan pentingnya sinergi regional dalam menghadapi tekanan global seperti perang dagang dan kebijakan tarif sepihak.
“Pasar besar China selalu terbuka untuk Vietnam,” ujar Xi dalam pertemuan bilateral dengan pemimpin tertinggi Vietnam, termasuk Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam To Lam dan Perdana Menteri Pham Minh Chinh dikutip dari laman CGTN, Selasa (15/4/2025).
Kunjungan tersebut menandai awal tur regional Xi yang juga mencakup Malaysia dan Kamboja, di tengah meningkatnya ketegangan dagang dengan Amerika Serikat.
Seperti yang diketahui, AS baru-baru ini menaikkan tarif terhadap produk China, sementara Vietnam diberikan kelonggaran 90 hari untuk menyelesaikan negosiasi atas tarif sebesar 46%.
Dalam forum bilateral tersebut, Xi mengajak Vietnam memperkuat pembangunan infrastruktur lintas negara, sebagai langkah konkret untuk memperlancar logistik dan rantai pasok kawasan.
Kedua negara juga sepakat membentuk komite khusus pengembangan jalur kereta api lintas batas, termasuk proyek Lao Cai–Hanoi–Haiphong senilai USD8,4 miliar.
Xi mendorong model globalisasi ekonomi yang lebih terbuka, inklusif, dan adil. “Tidak ada pemenang dalam perang dagang dan proteksionisme tidak menghasilkan apapun,” ucap Xi kembali.
Sebanyak 45 kesepakatan kerja sama ditandatangani selama kunjungan, mencakup bidang kecerdasan buatan (AI), perdagangan hasil pertanian, kebudayaan, hingga media. Langkah ini dianggap sebagai respons terhadap dinamika geopolitik global yang menekan ekonomi terbuka.
China saat ini merupakan mitra dagang bilateral terbesar bagi Vietnam, dengan nilai perdagangan melebihi USD205 miliar tahun lalu.
Vietnam juga menggantungkan pasokan bahan baku industri manufakturnya dari China, menjadikan hubungan ini vital bagi keberlanjutan industri nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










