Ketimbang Retaliasi Tarif Trump, ASEAN Kompak Utamakan Negosiasi
Camelia Rosa | 8 April 2025, 11:44 WIB

AKURAT.CO Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa semua negara yang tergabung dalam Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mengutamakan negosiasi tarif Trump.
Sebagaimana diketahui, negara-negara di Asia Tenggara tidak luput dari tarif impor AS yang rencananya akan mulai diberlakukan pada 9 April 2025 mendatang.
"Hampir semua negara ASEAN tidak retaliasi, jadi Vietnam sudah menurunkan semua tarifnya ke 0 kemudian Malaysia juga akan mengambil jalur negosiasi demikian pula Kamboja dan Thailand," tutur Airlangga dalam acara Sosialisasi dan Masukan Asosiasi Usaha terhadap Penerapan Tarif Perdagangan Baru Amerika Serikat terhadap Negara Mitra di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (7/4/2025).
"Jadi kita mengambil jalur yang sama, kita akan mengambil jalur negosiasi jadi jalurnya yang kita samakan kemudian mekanisme, Trade and Investmen Framework Agreements (TIFA) nya kita samakan," lanjutnya.
Airlangga juga menyampaikan bahwa pengenaan tarif impor AS terhadap negara-negara ASEAN sejatinya relatif lebih tinggi dari Indonesia, baik itu Vietnam, Kamboja maupun Thailand.
Namun, bagi Indonesia, penerapan tarif ini tentunya akan berpengaruh pada beberapa sektor utama yang menjadi andalan ekspor seperti food and apparel.
"Tadi suara dari Apindo maupun persepatuan juga kami dengar. Namun kompetitor kita di sektor ini apakah itu China, Bangladesh, Vietnam, Kamboja itu bea masuknya di atas kita. Jadi itu juga menjadi pertimbangan shifting produk itu juga kita perhatikan," urainya.
Airlangga menambahkan, Indonesia sendiri akan mendorong beberapa kesepakatan dengan beberapa negara ASEAN melalui Menteri Perdagangan.
"Saya juga berkomunikasi selain dengan Malaysia, juga dengan PM Singapura dengan Kamboja dan yang lain untuk mengkalibrasi sikap bersama ASEAN. Pemimpin atau Menteri Perdagangan akan bertemu tanggal 10 Pak Mendag mungkin akan hadir di sana dimana ASEAN akan mengutamakan negosiasi. Jadi ASEAN tidak mengambil langkah retaliasi," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat









