Akurat Logo

Negosiasi Tarif Trump, RI Bakal Genjot Impor 10 Komoditas dari AS

Camelia Rosa | 7 April 2025, 18:30 WIB
Negosiasi Tarif Trump, RI Bakal Genjot Impor 10 Komoditas dari AS

AKURAT.CO Menteri Koordinator (Menko) bidang Perkonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan rencana pemerintah menambah volume impor untuk mengurangi surplus neraca perdagangan dengan Amerika Serikat. 

Dijelaskannya, hal itu merupakan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk merespon kebijakan tarif timbal balik atau resiprokal tariff dari AS kepada Indonesia sebesar 32%. 
 
"Terkait dengan tarif dan bagaimana kita meningkatkan impor, arahan Bapak Presiden (Prabowo) bagaimana delta impor ekspor (defisit dagang) AS dengan kita yang bisa sampai USD18 miliar bisa dikurangi," jelasnya di sela konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (7/4/2025).
 
 
Airlangga menyebutkan, produk yang impornya akan ditingkatkan tersebut adalah komoditas yang memang dibutuhkan termasuk di antaranya gandum, kapas, hingga minyak dan gas (migas). 
 
Sebagai informasi, dikutip dari data Dewan Ekonomi Nasional, top 10 impor Indonesia dari AS yaitu kacang kedelai, pecah atau tidak dengan tarif (HS: 120190), propana, cair (HS: 271112), hidrokarbon asiklik jenuh (HS: 290110), komoditas tidak di tempat lain ditentukan (HS: 999999).

Selanjutnya, batubara bitumen, baik atau tidak dihancurkan, tidak diaglomerasi dengan tarif (HS: 270112), menyeduh atau menyuling ampas dan sampah (HS: 230330), butana, cair, (HS: 271113), bubur kayu kimia, soda atau sulfat, selain mutu larut, diputihkan atau diputihkan, konifer (HS: 470321), pesawat terbang dan tenaga lainnya pesawat dengan berat tanpa muatan diatas 15.000 kg (HS: 880240), mesin untuk resepsi, konversi dan transmisi (HS: 851762).

Airlangga menambahkan, pemerintah tetap mengupayakan 10 komoditas ekpsor teratas tetap bisa ditingkatkan ke depan. 
 
"Contoh ekspor kita kan sepatu. Tapi kan kita tahu bahwa komponen yang Amerika butuhkan itu tidak diberlakukan (dikecualikan dari tarif). Contohnya semikonduktor, kemudian furniture produk kayu, copper and gold itu juga tidak ada," tukas Airlangga. 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.