Akurat

Pendapatan APBN Merosot, Misbakhun: Akibat Gangguan pada Core Tax

Demi Ermansyah | 21 Maret 2025, 14:48 WIB
Pendapatan APBN Merosot, Misbakhun: Akibat Gangguan pada Core Tax

AKURAT.CO Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp31 triliun pada Februari 2025 kembali menjadi sorotan. 

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhammad Misbakhun menegaskan ada beberapa faktor utama di balik penurunan penerimaan negara tersebut terutama dari sektor pajak. 
 
"Salah satu penyebabnya adalah gangguan teknis pada sistem inti administrasi perpajakan atau Core tax, yang seharusnya menjadi terobosan digitalisasi perpajakan di Indonesia," ucapnya dalam acara Capital Market Forum 2025 di Gedung BEI, Jakarta (21/3/2025).  
 
 
Misbakhun mengakui bahwa sistem Coretax sebenarnya memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi perpajakan.
 
Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan layanan pajak secara digital, mempermudah pelaporan dan pembayaran bagi wajib pajak. 
 
Namun sayangnya, sejak diterapkan pada 1 Januari 2025, sistem ini mengalami berbagai kendala teknis yang justru menghambat penerimaan pajak negara.  
 
"Ada permasalahan Core tax yang belum terdeliver terhadap market. Cor tax ini ide yang bagus, teknologi informasi diterapkan sistem pelayanan sehingga terintegrasi. Sejak 1 Januari implementasi ini ada permasalahan teknikal sehingga mengganggu penerimaan pajak dan akses pembayaran pajak," jelasnya. 
 
Karena gangguan ini, tambahnya, penerimaan pajak pada akhirnya anjlok hingga 30% pada Februari 2025, menciptakan lubang besar dalam kas negara.  
 
Selain kendala teknis pada sistem perpajakan, faktor eksternal seperti penurunan harga komoditas juga berkontribusi terhadap merosotnya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
 
Harga komoditas yang melemah menyebabkan pendapatan dari ekspor dan royalti sumber daya alam menurun, meskipun di sisi lain penerimaan kepabeanan justru mengalami kenaikan di bulan yang sama.  
 
Dengan situasi ini, Misbakhun meminta pemerintah untuk lebih waspada dan memastikan stabilitas keuangan negara tetap terjaga.  
 
"Kita harus tetap hati-hati. Target kita tetap menjaga defisit APBN di kisaran 2,53 persen," tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.