Akurat

Tarif Baru China Bikin AS Panik! Ekspor Pertanian Terancam Rontok

Demi Ermansyah | 11 Maret 2025, 08:00 WIB
Tarif Baru China Bikin AS Panik! Ekspor Pertanian Terancam Rontok

AKURAT.CO Perang dagang antara China dan Amerika Serikat kembali memanas pasca Beijing resmi memberlakukan tarif baru terhadap berbagai produk pertanian asal AS.

Dimana langkah tersebut menandai eskalasi terbaru dalam perseteruan ekonomi antara dua negara adidaya tersebut.

Usut punya usut, beberapa waktu lalu pemerintah China kembali umumkan tarif tambahan sebesar 10% hingga 15% untuk berbagai produk seperti biji-bijian, protein, kapas, dan hasil pertanian segar.

Selain itu, impor kedelai dari tiga perusahaan AS serta seluruh pembelian kayu dari Amerika dihentikan. Keputusan tersebut diambil sebagai respons terhadap kebijakan perdagangan AS yang dinilai semakin agresif terhadap China.

Baca Juga: Eksportir Kanada Terancam, Tarif Balasan China Jadi Pukulan Berat

Mengutip dari laman Bloomberg,tarif baru ini memberikan pukulan telak bagi sektor pertanian AS, terutama di negara bagian Midwest yang selama ini mengandalkan ekspor ke China.

Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, kawasan tersebut menjadi basis politik bagi Partai Republik, dan kebijakan perdagangan Beijing dapat berdampak pada stabilitas ekonomi dan politik di AS.

Tentunya, kebijakan tersebut tidak hanya memperburuk hubungan dagang antara kedua negara, tetapi juga menunjukkan bahwa China telah berhasil mengurangi ketergantungannya pada produk pertanian AS.

Dalam beberapa tahun terakhir, Beijing dikabarkan berhasil meningkatkan impor dari negara lain, terutama Brasil, yang kini menjadi pemasok utama kedelai untuk China.

Dampak dari kebijakan ini semakin terasa di tengah perlambatan ekonomi China yang lebih lambat dari perkiraan. Data terbaru menunjukkan bahwa negara ini mengalami deflasi, sebagian besar dipicu oleh penurunan harga pangan.

Dengan surplus pasokan dalam negeri, pemerintah China kini lebih fokus pada stabilisasi harga pangan dan melindungi petani lokal.

Baca Juga: Tuai Karma! China Siap Berikan Tarif Hingga 100 Persen ke Produk Milik Kanada

Sejumlah analis memperkirakan bahwa ketegangan dagang ini akan semakin meruncing dalam beberapa bulan mendatang. Jika AS tidak memberikan respons yang lebih lunak terhadap kebijakan dagang China, ada kemungkinan Beijing akan semakin memperketat impor produk pertanian lainnya.

Sedangkan jika dilihat dari sisi sektor pertanian AS, situasi tersebur merupakan tantangan besar. Para petani di AS kini harus mencari pasar baru untuk menutupi potensi kerugian akibat kebijakan perdagangan China.

Namun, dengan dominasi China di pasar global, mencari alternatif ekspor dalam waktu singkat bukanlah tugas yang mudah.

Sampai saat ini, Washington belum memberikan tanggapan resmi terhadap langkah terbaru China.

Namun, di tengah situasi ekonomi global yang masih tidak menentu, perang dagang antara dua kekuatan besar ini diperkirakan akan terus berlanjut tanpa solusi cepat di depan mata.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.