Belanja Pertahanan Meningkat, Bisakah Bank Sentral Eropa Kendalikan Inflasi?

AKURAT.CO Dibalik keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga deposito menjadi 2,5%, ada ancaman baru yang mulai bikin cemas: lonjakan belanja militer dan ketegangan dagang dengan Amerika Serikat (AS).
Seperti yang diketahui, belanja pertahanan Eropa makin agresif setelah Jerman dan Komisi Eropa mengubah aturan fiskal demi meningkatkan dana militer dan infrastruktur.
Tentunya langkah tersebut sebagian besar untuk menggantikan dukungan AS kepada Ukraina yang kian tak pasti. Meskipun di satu sisi bisa mendongkrak ekonomi lewat proyek besar-besaran, di sisi lain belanja jumbo rawan bikin inflasi merangkak naik.
Mengutip dari laman reuters, indikator inflasi jangka panjang melonjak cepat dari 2,05% ke 2,24% hanya dalam hitungan hari. Meski ECB tidak terburu-buru dan enggan merespons lonjakan singkat tersebut, namun para pembuat kebijakan tentu tidak akan menutup mata.
Baca Juga: Ketidakpastian Ekonomi Tinggi, ECB Galau Soal Suku Bunga
"Revisi pertumbuhan untuk 2025 dan 2026 turun gara-gara ekspor lemah dan investasi seret," jelas ECB dalam proyeksinya. Salah satu penyebabnya? Ya, lagi-lagi ketidakpastian kebijakan dagang dan ekonomi global.
Ketegangan dagang dengan AS pada akhirnya membuat banyak perusahaan Eropa menahan ekspansi dan investasi. Perusahaan-perusahaan tersebut was-was soal potensi tarif baru yang bisa mengganggu jalur ekspor dan bikin biaya produksi melonjak.
Di sisi lain, meski inflasi bulan lalu di 2,4% dan diprediksi turun ke 2% akhir tahun, ada kekhawatiran bahwa gelontoran belanja pemerintah bisa bikin inflasi balik naik. Kalau itu terjadi, rencana ECB buat terus memangkas suku bunga bisa-bisa mundur lagi.
Saat ini, pasar masih menebak-nebak langkah ECB selanjutnya. Mayoritas memperkirakan bakal ada dua kali lagi pemangkasan tahun ini, meskipun keputusan anggaran Jerman dan lonjakan belanja fiskal membuat prediksi jadi lebih hati-hati.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









