Hadapi Tarif Tambahan 10 Persen dari AS, China Siapkan Strategi Balasan

AKURAT.CO Pemerintah China tampaknya tidak ingin gegabah merespons tarif tambahan 10% yang diumumkan Presiden AS Donald Trump pada Jumat (28/2/2025). Meski hubungan perdagangan kedua negara semakin memanas, Beijing memilih langkah strategis untuk meminimalkan dampak tarif tersebut terhadap ekonominya.
Presiden China Xi Jinping dikabarkan telah menginstruksikan para pejabatnya untuk tetap tenang dalam menghadapi kebijakan baru dari Washington, media resmi China seperti Xinhua dan People’s Daily bahkan belum memberikan tanggapan terhadap pernyataan Trump.
Namun, diamnya China bukan berarti tanpa perlawanan. Sebelumnya, Beijing sudah menerapkan bea masuk pada beberapa produk AS sebagai respons terhadap kebijakan tarif yang diberlakukan bulan ini.
Baca Juga: Hubungan AS-China Kian Memanas, Siapa yang Lebih Dirugikan?
Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik, sekaligus menunjukkan kesiapan untuk membalas lebih keras jika diperlukan.
Mengutip dari laman reuters, ekonom Bloomberg, Maeva Cousin menjelaskan bahwasanya China masih memiliki ruang manuver yang cukup luas.
"Dalam jangka menengah, China bisa mencari pasar ekspor baru untuk mengurangi ketergantungan pada AS, meski hal ini tidak akan mudah karena beberapa negara lain mulai membatasi perdagangan dengan China," jelasnya.
Sinyal perlawanan terhadap dominasi China di perdagangan global semakin terlihat. Korea Selatan dan Vietnam baru-baru ini memberlakukan tarif tambahan pada baja asal China sebagai bentuk proteksi terhadap industri mereka sendiri.
Meski ketegangan semakin meningkat, kedua negara tampaknya masih ingin menjaga hubungan mereka tetap terkendali. China dan AS dikabarkan tengah merencanakan pembicaraan tingkat tinggi di bidang militer, sementara negosiasi ekonomi juga masih berlangsung di balik layar.
Trump sendiri belum menutup peluang untuk berdamai dengan China. Pekan lalu, ia menyatakan bahwa kesepakatan dagang baru masih mungkin terjadi, meski hingga kini belum ada kejelasan mengenai rencana pertemuan langsung antara dirinya dan Xi Jinping.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit







