Cegah Tarif 25 Persen dari Trump, Kanada Terus Lobi AS
Demi Ermansyah | 28 Februari 2025, 15:34 WIB

AKURAT.CO Pemerintah Kanada sedang melakukan lobi besar-besaran di Washington pekan ini untuk mencegah kebijakan tarif 25% yang akan dikenakan oleh Presiden Donald Trump terhadap barang-barang asal Kanada.
Dimana langkah tersebut dilakukan untuk menjaga hubungan dagang antara kedua negara dan menghindari dampak negatif bagi ekonomi Kanada maupun AS.
Mengutip dari Reuters, Jumat (28/2/2025), Menteri Transportasi dan Perdagangan Internal Kanada, Anita Anand memimpin delegasi Kanada yang berisi pejabat tinggi lainnya, termasuk Menteri Keamanan Publik, David McGuinty dan Menteri Pertanian, Lawrence MacAulay.
Dimana nantinya mereka akan bertemu dengan berbagai pejabat AS, termasuk senator dan anggota Kongres, untuk menyampaikan kekhawatiran terkait dampak tarif ini. Dalam pertemuan dengan para pejabat AS, Anand menegaskan bahwa tarif ini justru bisa merugikan ekonomi Amerika sendiri.
Baca Juga: Trump Luncurkan Visa Premium Gold Card, Solusi Investasi atau Hanya Sekedar Diskriminasi Semata?
“Dalam setiap diskusi, baik dengan senator Partai Republik maupun Demokrat, mereka menunjukkan sikap yang positif dan ingin mempertahankan hubungan dagang yang kuat dengan Kanada,” kata Anand.
Kanada tidak hanya berusaha menjalin komunikasi dengan pemerintah federal AS, lanjutnya, akan tetapi juga memperkuat hubungan dagang dengan negara bagian. Dalam pertemuannya dengan Senator Tammy Duckworth, Anand menyoroti miliaran dolar nilai perdagangan Kanada dengan Illinois.
Kanada tidak hanya berusaha menjalin komunikasi dengan pemerintah federal AS, lanjutnya, akan tetapi juga memperkuat hubungan dagang dengan negara bagian. Dalam pertemuannya dengan Senator Tammy Duckworth, Anand menyoroti miliaran dolar nilai perdagangan Kanada dengan Illinois.
Begitu pula saat berbicara dengan Mike Ezell dari Partai Republik, ia menekankan pentingnya impor Kanada dari Mississippi. Meskipun belum ada kepastian apakah Trump akan tetap menerapkan kebijakan tarif tersebut, pemerintah Kanada sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi.
Bahkan beberapa waktu lalu, perdana menteri Kanada, Justin Trudeau dikabarkan telah menyusun daftar barang impor asal AS senilai CAD155 miliar yang bisa dikenakan tarif balasan jika diperlukan.
Namun, Kanada tetap berpegang teguh pada prinsip tidak memulai perang dagang. “Kami akan terus memperjuangkan kepentingan ekonomi Kanada dan memastikan perdagangan tetap berjalan dengan lancar,” tambah Anand.
Namun, Kanada tetap berpegang teguh pada prinsip tidak memulai perang dagang. “Kami akan terus memperjuangkan kepentingan ekonomi Kanada dan memastikan perdagangan tetap berjalan dengan lancar,” tambah Anand.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








