Trump Kenakan Tarif ke Kapal China, Harga Barang di AS Bakal Melonjak?
Demi Ermansyah | 23 Februari 2025, 15:06 WIB

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali membuat gebrakan dengan mengusulkan tarif khusus bagi kapal-kapal China yang beroperasi di perairan AS.
Dimana kebijakan ini digadang-gadang bisa memperkuat industri kapal domestik, namun dibalik kebijakan tersebut terdapat risiko besar yang mungkin terjadi harga barang di AS bisa meroket.
Mengutip dari laman Bloomberg, Minggu (23/2/2025), Trump kembali merumuskan kebijakan baru yang akan mengenakan bea tambahan untuk kapal-kapal China yang membawa barang ke AS.
Selain itu, sebagian produk ekspor AS juga diwajibkan untuk diangkut oleh kapal berbendera dan dioperasikan oleh AS. Ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada China yang saat ini mendominasi industri perkapalan global.
Menurut Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR), China menguasai lebih dari 50% industri pembuatan kapal dunia dan mengendalikan 19% armada komersial global. AS, di sisi lain, berada di peringkat ke-19 dengan produksi kurang dari lima kapal per tahun.
Menurut Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR), China menguasai lebih dari 50% industri pembuatan kapal dunia dan mengendalikan 19% armada komersial global. AS, di sisi lain, berada di peringkat ke-19 dengan produksi kurang dari lima kapal per tahun.
Dengan kebijakan baru ini, AS berharap bisa membangkitkan kembali industrinya yang sudah lama tertinggal.
Namun permasalahannya, tarif tersebut bisa berdampak besar pada harga barang di AS. Sebagian besar barang impor ke AS diangkut menggunakan kapal-kapal China, dan jika tarif ini diterapkan, biaya pengiriman akan meningkat.
Siapa yang akan menanggungnya? Kemungkinan besar, konsumen.
Menurut asosiasi bisnis dan ritel di AS, pihaknya sudah mulai menyuarakan kekhawatiran mereka. Sebab apabila ongkos pengiriman naik, harga barang impor mulai dari elektronik hingga bahan makanan bisa ikut terdongkrak.
Menurut asosiasi bisnis dan ritel di AS, pihaknya sudah mulai menyuarakan kekhawatiran mereka. Sebab apabila ongkos pengiriman naik, harga barang impor mulai dari elektronik hingga bahan makanan bisa ikut terdongkrak.
Pada akhirnya bisa memperburuk inflasi yang masih menjadi tantangan ekonomi AS saat ini.
Meskipun kebijakan ini menekan China, ada peluang bagi negara lain seperti Korea Selatan dan Jepang.
Kedua negara ini juga memiliki industri perkapalan yang kuat, dan bisa menggantikan posisi China dalam rantai pasokan global.
Jika AS memilih untuk mengalihkan kerjasama ke mereka, dampaknya bagi ekonomi global bisa cukup signifikan.
Namun, hal ini juga tidak bisa langsung terjadi. Industri kapal AS membutuhkan waktu untuk bangkit, sementara ketergantungan pada China masih sangat tinggi. Sehingga, transisi ini tidak akan mudah.
Namun, hal ini juga tidak bisa langsung terjadi. Industri kapal AS membutuhkan waktu untuk bangkit, sementara ketergantungan pada China masih sangat tinggi. Sehingga, transisi ini tidak akan mudah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








