Akurat

Ekonom Wanti-wanti Efisiensi Anggaran Jadi Bumerang Jika Tak Hati-hati

Demi Ermansyah | 12 Februari 2025, 16:44 WIB
Ekonom Wanti-wanti Efisiensi Anggaran Jadi Bumerang Jika Tak Hati-hati

AKURAT.CO Belakangan ini, isu efisiensi anggaran menjadi sorotan, terutama setelah pemerintah mengalokasikan dana fantastis untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program andalan Presiden Prabowo ini awalnya tidak memiliki anggaran khusus, namun kini telah mendapatkan suntikan dana hingga Rp100 triliun.

Melihat hal tersebut, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, menilai pemangkasan anggaran untuk mendukung program MBG ini justru bisa menjadi bumerang.

Sebab, menurutnya, alokasi dana yang sangat besar ini mengorbankan sektor lain yang lebih berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Baca Juga: Efisiensi Anggaran, Strategi Jitu Pacu Ekonomi Atau Ancaman Baru?

"(Program) MBG telah mengobrak-abrik anggaran fiskal lainnya. Menurut saya, MBG tidak bisa menjalankan pertumbuhan ekonomi jangka panjang, hanya temporer," ujar Esther di Jakarta, Rabu (12/2/2025).

Lebih lanjut, dirinya menyoroti program ini ditakutkan hanya akan memicu peningkatan impor pangan. Dengan tingginya kebutuhan bahan baku untuk makanan bergizi gratis.

Hal tersebut bukan tidak mungkin Indonesia semakin bergantung pada impor. Hal ini berisiko menimbulkan rent seeker atau pihak-pihak yang mencari keuntungan dengan memanfaatkan kebijakan ini.

Selain itu, Esther menyayangkan bahwa anggaran untuk sektor-sektor strategis seperti swasembada pangan, energi, hilirisasi industri, pendidikan, dan infrastruktur justru terabaikan.

"Justru sektor-sektor tersebut memiliki multiplier effect yang jauh lebih besar untuk jangka panjang dibandingkan MBG," paparnya.

Namun, lanjutnya, apabila MBG dibandingkan pendidikan dan program lainnya, dirinya lebih memilih pendidikan dan program lain yang multiplier efeknya jangka panjang," tukasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.