Musk Berseberangan dengan Trump Soal Pemblokiran TikTok

AKURAT.CO Elon Musk kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya tentang TikTok dan situasi geopolitik AS-China.
Di tengah polemik pelarangan TikTok di Amerika Serikat, Musk dengan tegas menyatakan bahwa ia menentang larangan tersebut karena bertentangan dengan prinsip kebebasan berbicara.
“Saya sudah lama menentang pelarangan TikTok, karena itu bertolak belakang dengan kebebasan berbicara,” ujar Musk melalui lansiran Bloomberg, Kamis (23/1/2025).
Meski begitu, ia juga mengkritik ketidakseimbangan lingkungan bisnis antara AS dan China. Musk merujuk pada fakta bahwa TikTok diizinkan beroperasi di Amerika, tetapi platform media sosial miliknya, X, tidak mendapatkan izin yang sama di China. “Situasi ini tidak seimbang,” tambahnya.
TikTok, yang dimiliki oleh ByteDance, telah menjadi target kebijakan pemerintah AS karena dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasional. Pemerintah khawatir bahwa data pengguna Amerika dapat diakses oleh pemerintah China.
Baca Juga: Trump Dorong Musk Akuisisi TikTok
Situasi ini membuat TikTok harus menghadapi serangkaian regulasi ketat, termasuk undang-undang yang mewajibkan ByteDance untuk menjual operasional TikTok di AS. Bloomberg News bahkan melaporkan bahwa ByteDance sedang mempertimbangkan opsi untuk menjual operasional TikTok kepada Elon Musk, meskipun laporan ini dibantah oleh pihak perusahaan.
Pernyataan Musk tentang TikTok juga mengarah pada kritik terhadap kebijakan China, yang dinilai tidak adil bagi perusahaan-perusahaan asing. Musk menyebut bahwa bisnis Amerika sering menghadapi hambatan besar di China, sementara perusahaan China dapat dengan mudah mengakses pasar AS.
“Saya pikir ini adalah waktu yang tepat bagi AS untuk memperjuangkan kesetaraan dalam hubungan bisnis dengan China,” ujar Musk.
Musk, yang dikenal sebagai salah satu pengusaha paling inovatif, memiliki alasan kuat untuk menyoroti ketidakseimbangan ini. Sebagai pemilik platform X, ia mungkin merasakan langsung bagaimana sulitnya menembus pasar China yang terkenal protektif.
Melanggar Kebebasan Berbicara?
Polemik TikTok ini tidak hanya soal bisnis, tetapi juga menyentuh isu fundamental tentang kebebasan berbicara. Pendukung kebebasan berbicara di AS menentang keras pelarangan TikTok, menganggapnya sebagai pelanggaran hak dasar warga negara.
Namun, para pembuat kebijakan di AS memiliki pandangan berbeda. Mereka melihat bahwa kebebasan berbicara tidak boleh mengorbankan keamanan nasional, terutama jika ada risiko data pengguna disalahgunakan oleh pihak asing.
Meski pernyataan Elon Musk menarik perhatian, masih belum jelas apakah ia benar-benar berminat untuk membeli TikTok. Jika ya, akuisisi ini bisa menjadi langkah besar yang mengubah peta media sosial di Amerika.
Dengan rekam jejaknya sebagai pemimpin Tesla, SpaceX, dan X, Musk tentu memiliki kemampuan untuk membawa TikTok ke level berikutnya. Namun, ia juga harus menghadapi tantangan besar, termasuk regulasi ketat dan tekanan geopolitik yang sedang berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









