Akurat

Gabung BRICS, Nigeria Siap Atasi Tantangan Domestik?

Demi Ermansyah | 20 Januari 2025, 10:48 WIB
Gabung BRICS, Nigeria Siap Atasi Tantangan Domestik?

AKURAT.CO Keputusan Nigeria untuk bergabung dengan BRICS mendapat sorotan tajam, terutama karena kondisi ekonomi dalam negeri yang masih penuh tantangan.

Dengan populasi terbesar di Afrika, Nigeria menghadapi tekanan ekonomi yang tidak kecil, mulai dari lonjakan inflasi hingga tingkat pengumpulan pajak yang tergolong rendah.

Apakah Nigeria benar-benar siap untuk memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh aliansi ini?

Menurut Pelaksana Tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Nigeria, Kimiebi Ebienfa menegaskan bahwa dengan bergabungnya Nigeria dengan BRICS merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kolaborasi internasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Namun, di balik optimisme tersebut, berbagai tantangan internal tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

Baca Juga: Susul Indonesia, Nigeria Resmi Gabung BRICS

Dilansir Bloomberg, Senin (20/1/2025), tingkat inflasi yang tinggi telah menjadi masalah kronis bagi perekonomian Nigeria. Harga kebutuhan pokok terus melambung, membuat daya beli masyarakat menurun drastis. 

Di sisi lain, sistem perpajakan yang kompleks dan tingkat pengumpulan pajak yang rendah memperparah situasi. 
 
Bahkan Bank Dunia beberapa waktu lalu mencatat bahwa tingkat pengumpulan pajak Nigeria adalah salah satu yang terendah di dunia, sehingga membatasi kemampuan pemerintah untuk membiayai sektor penting seperti kesehatan dan pendidikan.

Oleh karena itu, lanjut Ebienfa, dengan masuknya Nigeria ke BRICS dapat menjadi platform belajar dari negara-negara anggota lainnya yang telah lebih dulu menghadapi tantangan serupa. 
 
Selain itu, perjanjian pertukaran mata uang senilai CNY15 miliar dengan China yang diperbarui bulan lalu merupakan langkah awal Nigeria untuk mendiversifikasi hubungan ekonomi. Namun, kesepakatan semacam ini perlu diiringi dengan kebijakan yang mendukung pertumbuhan sektor produktif di dalam negeri. 
 
Jika tidak, Nigeria berisiko menjadi sekadar mitra pasif yang tidak mampu memanfaatkan potensi perdagangan dan investasi dari BRICS secara maksimal.

Tantangan lainnya adalah memastikan keberlanjutan kebijakan ekonomi yang sejalan dengan komitmen internasional.
 
Dalam BRICS, Nigeria tidak hanya akan dihadapkan pada peluang, tetapi juga ekspektasi tinggi untuk berkontribusi pada tujuan bersama, seperti menciptakan tatanan perdagangan global yang lebih adil dan mengurangi dominasi dolar dalam perdagangan internasional.

Sedangkan jika melihat dalam jangka panjang, keanggotaan di BRICS bisa menjadi katalis bagi transformasi ekonomi Nigeria. 
 
Meskipun begitu, dalam rangka mencapainya, pemerintah harus segera menyelesaikan pekerjaan rumah mereka. Reformasi perpajakan, pengendalian inflasi, dan investasi dalam infrastruktur menjadi langkah penting yang tidak bisa ditunda lagi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.