Gabung BRICS, Nigeria Siap Atasi Tantangan Domestik?

AKURAT.CO Keputusan Nigeria untuk bergabung dengan BRICS mendapat sorotan tajam, terutama karena kondisi ekonomi dalam negeri yang masih penuh tantangan.
Dengan populasi terbesar di Afrika, Nigeria menghadapi tekanan ekonomi yang tidak kecil, mulai dari lonjakan inflasi hingga tingkat pengumpulan pajak yang tergolong rendah.
Apakah Nigeria benar-benar siap untuk memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh aliansi ini?
Menurut Pelaksana Tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Nigeria, Kimiebi Ebienfa menegaskan bahwa dengan bergabungnya Nigeria dengan BRICS merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kolaborasi internasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Namun, di balik optimisme tersebut, berbagai tantangan internal tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
Baca Juga: Susul Indonesia, Nigeria Resmi Gabung BRICS
Dilansir Bloomberg, Senin (20/1/2025), tingkat inflasi yang tinggi telah menjadi masalah kronis bagi perekonomian Nigeria. Harga kebutuhan pokok terus melambung, membuat daya beli masyarakat menurun drastis.
Oleh karena itu, lanjut Ebienfa, dengan masuknya Nigeria ke BRICS dapat menjadi platform belajar dari negara-negara anggota lainnya yang telah lebih dulu menghadapi tantangan serupa.
Tantangan lainnya adalah memastikan keberlanjutan kebijakan ekonomi yang sejalan dengan komitmen internasional.
Sedangkan jika melihat dalam jangka panjang, keanggotaan di BRICS bisa menjadi katalis bagi transformasi ekonomi Nigeria.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










