China Genjot Konsumsi Domestik Lewat Subsidi Produk Konsumen
Demi Ermansyah | 9 Januari 2025, 13:37 WIB

AKURAT.CO China mengambil langkah serius untuk meningkatkan konsumsi domestik guna mengimbangi tantangan ekonomi global.
Pemerintah China menawarkan subsidi menarik bagi konsumen yang ingin membeli produk elektronik seperti ponsel, tablet, dan jam tangan pintar dengan harga di bawah CNY6.000 (sekitar Rp12,7 juta).
Dimana subsidi yang diberikan mencapai 15%, namun dibatasi hingga CNY1.500 yuan (sekitar Rp3 juta) per orang per tahun.
Bukan hanya gadget, melansir dari Bloomberg, subsidi terbaru ini disebut juga mencakup peralatan rumah tangga seperti microwave, mesin pencuci piring, hingga penanak nasi.
Bahkan, konsumen yang merenovasi rumah bisa mendapatkan insentif tambahan untuk membeli bahan dekorasi.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menurut Wakil Ketua Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional, Zhao Chenxin mengatakan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan investasi yang efektif, mendorong konsumsi, dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat.
"Subsidi yang lebih luas juga diharapkan mampu mengurangi tekanan deflasi yang tengah melanda ekonomi domestik," paparnya.
Namun, respons pasar saham belum terlalu menggembirakan. Indeks CSI 300 dan saham teknologi yang diperdagangkan di Hong Kong masing-masing turun 1,5% setelah pengumuman kebijakan tersebut.
Meski begitu, pemerintah optimis kebijakan ini akan memberikan dampak positif jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Ijazah Gibran Dipersoalkan, Politisi PSI Singgung Riwayat Pendidikan BJ Habibie
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









